Rabu, 08 April 2015

Mengapa aku di uji Tuhanku?

KENAPA AKU DIUJI ?

AL-QURAN MENJAWAB

: اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ‏ وَلَقَدۡ فَتَـنَّا الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ فَلَيَـعۡلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا وَلَيَعۡلَمَنَّ الۡكٰذِبِيۡنَ

Qs. Al-Ankabut : 2-3 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YANG AKU INGINKAN ?
AL-QURAN MENJAWAB

: كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ لَّـكُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤىاَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Qs. Al-Baqarah : 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
AL-QURAN MENJAWAB

: لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا

Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

KENAPA FRUSTASI ? AL-QURAN MENJAWAB

: وَلَا تَهِنُوۡا وَ لَا تَحۡزَنُوۡا وَاَنۡتُمُ الۡاَعۡلَوۡنَ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ

Qs. Al-Imran : 139 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ?

AL-QURAN MENJAWAB

: وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ‌ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ

Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.

APA YANG AKU DAPAT ?

AL-QURAN MENJAWAB :

اِنَّ اللّٰهَ اشۡتَرٰى مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ اَنۡفُسَهُمۡ وَاَمۡوَالَهُمۡ بِاَنَّ لَهُمُ الۡجَــنّQ

Qs. At-Taubah111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan SURGA/ jannah untuk mereka”

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ? AL-QURAN MENJAWAB

: فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقُلۡ حَسۡبِىَ اللّٰهُ ۖ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ؕ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ‌ ؕ وَهُوَ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِيۡمِ Qs. At-Taubah : 129

“Cukuplah Allah
bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.

AKU TAK SANGGUP !!

AL-QURAN MENJAWAB

: يٰبَنِىَّ اذۡهَبُوۡا فَتَحَسَّسُوۡا مِنۡ يُّوۡسُفَ وَاَخِيۡهِ وَلَا تَايۡــَٔسُوۡا مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يَايۡــَٔسُ مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡكٰفِرُوۡنَ Qs. Yusuf : 87
“Dan janganlah kamu
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir…

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym ) Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Selasa, 07 April 2015

Karena kita berbeda

Dulu saya beranggapan bahwa yg namanya jodoh adalah mereka mereka yg memiliki kesamaan 100% dalam menjalin sebuah hubungan.
Ya, sama sama suka bola, sama sama suka pedas, sama sama doyan nonton dan segudang kesamaan lainnya tanpa 1 pun yang beda.

6 tahun saya mengenal laki laki yang kini hampir 4 tahun menjadi suami saya, sejak awal saya sudah tahu bahwa sifat kami bagai bumi dan langit meskipun beberapa kesukaan kami sama.. dulu saya yakin dia jodoh saya karena orangtua saya , lalu disertai tanda tanya dalam hati karena menurut saya saat itu dia jauh dari kriteria atau tipe pria yg saya inginkan saat itu.

Sampai saat ini, salah paham dalam berkomunikasi atau menyampaikan apa yang kami rasakan masih sering terjadi. Awalnya saya berpikir sulit sekali tukar pikiran dengannya (mungkin itu juga yang suami saya pikir). Tapi lambat laun, seiring waktu ternyata kami belajar, belajar mengungkapkan perasaan kami, belajar memperbaiki komunikasi kami yg pada akhirnya membuat kami menjadi lebih paham siapa dan bagaimana pasangan kami..
Hampir setiap "pembicaraan serius" di bumbui emosi di awal awal usaha saling mengenal kami, sekarang emosi menipis berganti dengan deraian air mata hehe.. tapi entah setelahnya hati terasa lebih ringan dan yang paling penting kami sudah jujur tentang perasaan kami..

Dari ini saya belajar, bahwa berumah tangga bukanlah hanya untuk mereka yg memiliki berjuta kesamaan tapi ini juga tentang menerima bermilyar milyar perbedaan..
Saling mengerti, memahami dan memaafkan serta mengisi kekurangan ternyata itulah yang menguatkan cinta.
Kami belajar setiap hari memperbaiki emosi, memperbaiki komunikasi dan saling memahami ternyata pun mampu membuat kami lebih dewasa dalam bersikap.

Karenanya cinta bukan tentang kesamaan tapi cinta adalah tentang saling menerima, menguatkan dan memahami..

Terimakasih suamiku, telah menjadi Cinta selama 6 tahun bersamamu..
Teruslah kita belajar agar cinta semakin kuat :-)

Aku bermimpi karena aku percaya Tuhan

Sedikit terinspirasi dari tulisan bang Fahd Pahdepie yaitu " Tentang Impian dan Tuhan Yang Maha Oke ".
Dalam postingannya di page FB nya bang Fahd menceritakan tentang mimpinya yg menjadi kenyataan yaitu 4 tahun lalu dia bermimpi bisa mengenyam pendidikan di Australia, dan He did it sekarang bang Fahd sdg melanjutkan pendidikannya di Monash University.
Dalam postingannya dia berkata " jika kita memiliki impian lalu kita yakin mampu mewujudkannya maka Tuhan akan memampukan kita agar impian itu terwujud, namun jika kita memiliki impian tapi kita tidak yakin maka Tuhan pun akan membuat impian itu hanya sebatas impian"

Well, kaitannya dengan saya adalah saya merupakan salah seorang pemimpi bahkan terkadang seorang pemimpi besar yg suami saya bilang "ketinggian" impian impian saya itu..
Tapi membaca posting bang Fahd kembali meyakinkan saya bahwa setiap mimpi kita ada kemungkinan untuk terwujud. Dibarengi dengan usaha , doa dan tentu campur tangan Tuhan.

Setiap saya bermimpi, saya tambahkan keyakinan pada Tuhan saya bahwa Tuhan saya yang akan mewujudkannya selama saya pun juga giat berusaha yang terbaik.

Saya juga yakin kekuatan doa dan segala amalan baik mampu merubah takdir atas kehendakNya. Saya yakin jika impian saya terwujud atau tidak itu menegaskan disanalah rezeki dari Tuhan di tetapkan untuk saya.
Toh bagi saya tidak ada sesuatu yang kebetulan dari semua takdir hidup yang kita jalani..

Saat ini saya harus terus bermimpi.karena saya yakin Tuhan akan mengabulkan. Dan mimpi adalah semangat hidup, karena kita berusaha mewujudkannya.. sekarang yang harus saya perbaiki dalam bermimpi adalah memprioritaskan mimpi mimpi saya, agar hidup lebih tertata , memiliki alur dan mendapatkan pembelajaran dari setiap prosesnya.

Mari bermimpi, berusaha mewujudkan dan Tuhan akan mampukan kita mendapatkan nya..

Lets do the best then Alloh will do the rest :-)