Kamis, 22 Desember 2016

Cilacap, City of Our Memories (Part 3)

Beberapa tahun terakhir terjadi perubahan signifikan di sosial ekonomi kota cilacap. Dikarenakan mulai banyak proyek industri berskala besar di lingkungan perusahan yang secara langsung tak langsung turut mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

Mulai tumbuh tempat2 shopping, cafe dan tempat makan, waterboom (outdoor dam indoor). taman rekreasi, alun-alun bahkan hotel2 sekelas bintang 3 seperti dafam, fave, atrium, @Hom, dan kemungkinan masih ada lagi yang lain ke depannya.

Ngomong - ngomong soal tempat rekreasi atau refreshing. Ada beberapa tempat yang bisa dicoba seperti :

1. Pantai teluk penyu
2. Kawasan benteng pendem
3. Pulau nusakambangan
4. Pantai widarapayung
5. Gunung Srandil dll

Detailnya bisa dilihat disini : https://tempatwisataindonesia.id/tempat-wisata-di-cilacap/
(belum sempet nyobain semuanya)

Kota kecil ini mulai menggeliat, mulai menunjukkan pesonanya untuk mengikat para pendatang agar selalu betah berlama-lama tinggal di kota ini. Begitu pula yang kami alami. Dari awalnya yang setengah tidak ikhlas, sekarang menjadi begitu kangen untuk balik ke kota itu, terlebih saat kami sudah terlalu lama dinas bepergian keluar kota.

Di kota ini kami menemukan saudara yang bahkan melebihi saudara kandung. Padahal tidak ada ikatan darah sedikitpun.

Di kota ini kami mengalami hidup penuh perjuangan dari 0, dari jerih payah dan pengorbanan kami. Tapi semua terasa indah saat kami kembali ke kediaman kami, sebuah rumah kecil yang walaupun itu masih berupa pinjaman dari kantor, tapi kami bebas untuk berkreasi dan mengatur diri sendiri.

Di kota inilah mami menemukan kemandiriannya, bahkan melebihi yang pernah dia perkirakan sebelumnya. Dia bisa eksis, bisa memulai bisnis kreatif dan meng-upgrade diri sehingga memiliki banyak kenalan dan kawan.

Di kota ini aku dan keluarga kecilku mulai menata kehidupan kami, menemukan arti kehidupan sebenarnya, membesarkan anak2 kami.. Tak akan mudah dan tak akan ingin kami untuk melupakannya.

* another place, another story, stay in our mind, influence our life. lasting forever

Pi

Rabu, 21 Desember 2016

Cilacap, City of Our Memories (Part 2)

Memang agak stress bagi yang belum terbiasa tinggal di kota Ini. Belum lagi perbedaan culture nya, bahasanya, karakter orangnya dll. Sebenarnya itu pada awalnya saja. Nanti kalian akan tau bahwa ada yang membuat kota ini memorable dan "ngangenin"

Tentunya kalo mendengar kata cilacap, yang terlintas pertama kali adalah bahasanya...ya bahasa banyumasan atau yang lebih dikenal dengan bahasa ngapak. Detail penjelasan sejarah logat bahasa ini bisa dilihat di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Banyumasan.

Unik memang kalau mendengar orang asli cilacap kalo sedang ngobrol dengan logat mereka ini, dan tak jarang membuat saya dan mungkin kita semua yang belum terbiasa bisa tertawa terpingkal2 karena lucu kedengarannya. Bahkan aku sempat excited karena saat rapat formal di kantor pun, terkadang masih suka keceplosan dengan bahasa ini saat diskusi. Tapi lambat laun kita jadi terbiasa juga. Tapi alhamdulillah gak sampai menular.

Sempat ada joke yang mungkin agak kasar. Kalau kenalan dengan cewe asli banyumas secantik apapaun, pastikan jangan sampai dia mengeluarkan logat ngapak ini, atau kalau sebaiknya suruh diam saja. Karena begitu ngomong dengan logat ini... bubar semua efek cantiknya hehe. Itulah salah satu sebab, athaya (anak perempuanku) suka dimarahain maminya kalo abis pulang dari sekolah suka ngoceh dengan logat ini hahahaha...

Hal lainnya yang khas dr kota ini di pikiran orang-orang adalah mendoan. Ya makanan khas olahan dr tempe setengah jadi yang dipotong tipis, dibalur dengan tepung terigu, lalu digoreng dengan banyak minyak panas ini memang unik.

Rasanya memang beda dengan tempe konvensional, konturnya lebih empuk cenderung lentur karena efek dr ragi tempe setengah jadi dan efek minyak yang over. Serta lebih tipis dan gurih. Dimensi tempe ini juga bervariasi, ada yg seperti tempe biasa, ada juga yang sebesar serbet makan.

Namun tempe mendoan ini menurutku paling enak disantap saat panas, dicocol dengan sambel kecap / kacang / saos sambal atau pakai cabe rawit. Tapi begitu dingin sensasinya rasa n teksturnya kurang, bahkan cenderung ulet seperti karet.

Seperti halnya empek2. Kalo beli untuk dibungkus dan dibawa perjalanan jauh untuk oleh2. Ada yang masih mentah, belum jadi mendoan, biasanya bisa bertahan 2-3 hari sebelum jadi mendoan atau bahkan kebablasan jadi tempe biasa.

Masalah makanan, Ada beberapa sih yang unik, seperti brekecek (gulai ikan atau kepala ikan). Brekecek di Cilacap identik dengan kepala ikan Jahan atau dalam bahasa ngapak dikenal dengan nama ‘Pathak Jahan’. Kepala ikan Jahan atau pathak tersebut dicampur dikecek dengan bumbu khas dan cita rasa brekecek ini hampir menyerupai rasa rica–rica. Namun tentunya berbeda karena memiliki sesuatu yang berbeda di dalamnya).

Ada juga sate martawi. Sate ayam dengan 2 tusukan. Dengan tujuan agar saat dibakar sate bisa dilebarkan atau merenggang sehingga matang merata. Sambelnya menggunakan sambal kacang, atau dimakan kering yang nikmat karena daging ayam sebelumnya sudah direndam bumbu.

Ada juga jenis sate lain, yaitu sate ambalan yang asliny dari kebumen. Sate ayam biasa tapi bumbunya dengan sambal tempe. Kalo aku dan mami kayaknya kurang cocok dengan yang ini. Rasanya kurang masuk.

Kalau untuk snack cemilan atau buat oleh2 ada olahan keripik singkong khas cilacap bernama Manggleng. Sebenarnya ini seperi keripik singkong biasa. Yang membuat beda itu racikan bumbunya. Yang paling terkenal adalah Thoha Snack. Detailnya bisa dilihat di sini : http://bisnisukm.com/thoha-snack-sukses-memproduksi-manggleng-khas-cilacap.html

Jajanan yang lain macam macam jenisnya seperti : tahu masak, tahu brontak / tahu isi, thempleng / peyek, lanting, gembus, tempe dages, keripik tempe, lepet, cenil, kerupuk tengiri, stik sukun, soto sokaraja serta getuk goreng (ini si kayaknya dr purwokerto) dll

Ref : https://sowmeymeyblog.wordpress.com/2016/05/06/20-makanan-khas-cilacap-yang-bisa-kamu-ketahui/.

Sekarang ini kota cilacap sudah jauh berkembang dari jenis variasi makanan dan tempat makan nya. Banyak pilihan menu dan rasa yang kita bisa jelajahi. Itu yang aku dan istriku sudah dan akan terus jelajahi perkembangan kuliner di kota ini.

Untuk rekomendasi tempat makan yang menurut level lidah aku dan mami lumayan ok bisa dicoba yang berikut ini :

1. Mie ranjo 2 rasa (jl. Delima dan jl. Sulawesi). Menu macam2. Bisa delivery. Mie ayam, nasi goreng, aneka olahan seafood dll

2. Mie ayam katineung di jl. Katamso. Mie jawa yang mantab. Selalu rame. Mantab. Cobain deh

3. RM Family (jalanan utama dari alun2 ke arah pelabuhan tj. Intan). Menu macam2, porsi jumbo cocok buat family

4. RM Ambo (depan kilang Pertamina pintu 1. Pertigaan jl. MH Thamrin - MT Haryono). Sejauh ini RM padang ini yang enak menurut kami. Porsi mumpuni, kadang suka dibonusin cuilan rendang hehe

5. Mie Apong (gang samping SMA 1 cilacap). Pedasnya pake level. Aku cuma berani di level 3. Mulut kuat, lambung enggak. Mami biasanya level 10. Tapi kalo ada level 20 juga kayknya ga nolak. Malah karena ada kenalan disitu jadi kadang sambelnya suruh ambil sendiri. 😨. Rasanya mantab, cobain sendiri aja.

6. Sate ayam dan kambing Cak Wahid (jl. Juanda). Pedagang kaki lima. Sejauh ini rasa sambel kacangnya yang paling pas

7. Baso malang jl. Juanda. Kaki lima. Lumayan lah. Bakso besar. Tidak banyak campuran kanjinya jadi dagingnya lebih berasa.

8. Lele abang jl. Gatot subroto. Lele pedass. Yang mantab tuh cah kangkungnya. Sipplah.

9. Bubur ayam Priyangan jl gatot subroto depan RSUD. Ini andalan no 1 buat sarapan pagi. Cobain sendiri aja racikan bubur ditambah berbagai toping, sambal kerupuk, serta tusukan jeroan. Gak ada matinya. Selalu rame di pagi hari. Paling enak saat panas. Maknyusss. Cobain juga lontong opornya

10. Landa kebab di depan brimob. Dulu tempatnya di jl. gatot subroto. Sejauh ini di belum ada yang ngalahin citarasa mayonaise buatan sendiri pemiliknya. Nama Landa itu kayaknya karena pemiliknya itu orang bule atau biasanya orang jawa bilang "Londo" yang beristri orang cilacap.

11. RM. Labia jl. Gatot subroto (depan hotel @Hom). Menunya lalapan ayam, lele, burung dara, sambalnya kita bisa minta level kepedasannya, Karena pemiliknya ngulek langsung sambelnya dan menyiapkan menu persis di depan meja makan kita

12. Warteg jl. MH. Thamrin. Ini yang agak unik. Warteg biasa sebenarnya tapi rasa masakannya lumayan menurutku. Penyelamat juga saat OJT, karena lokasinya yang dekat kost2an. Jam 7.30 pasti semua menu udah abis. Jadi jangan sampe kesiangan. Disini dijual juga getuk singkong n jajanan lain

13. Sop putra sunda depan pasar sangkal putung. Kaldu kuahnya mantab. Makanan sederhana bisa disulap jd luar biasa. Recommended

13. RM. Pring wulung. Samping pom bensin RSUD. Tongsengnya nendang ni. Tapi awas harganya juga nendang hehe

14. Milkmax di jl. Katamso dan jl. Rajiman. Banyak saingan sejenis tapi tetap gak ngalahin minuman yang satu ini. Murah meriah

15. Soto Sokaraja pak Sam. Jl. Katamso. Kaldunya kuahnya maknyus. Dagingnya berlimpah. Punya pensiunan temen kantor

16. RM. Gulai kepala ikan dan Gudeg Jogja jl. Katamso. Baru2 ini nyoba. Tempatnya lumayan, ada panggung buat acara. Ada lesehan juga. Parkiran liuas. Gulai kepala ikan lumayan. Gudeg lumayan walaupun gak bisa ngalahin gudeg yang di jogja.

17. RM. Lamongan jl. Gatot subroto. Lalapan ayam, bebek, burung dara, lele, ikan dll. Komplit. Sambalnya mantab

18. Ramen cemen jl. Rinjani. Ini punya temen kantor. Franchise sebenarnya. Tapi rasanya lumayan kok.

19. Nasi uduk depan batalion. Alternatif lain sarapan. Lumayan enak n murah

20. Seafood Kaho. Jalanan arah pelabuhan (sebelum RM family belok kiri. Di kanan jalan). Sejauh ini seafood RM ini yang terbaik. Kalo harga mah sepadan hehe.

21. Sate serayu Gatot subroto. Sate serta tongseng kambing mudanya memang maknyusss. Puas. Empuk dan nendang rasanya, harganya juga agak lumayan.

22. Fit donuts. Donut kentang ini camilan yang lumayan buat nemenin waktu santai. Awalnya dl mami sangsi akan enak. Aku beliin aja sembari pulang kantor. Lama2 dia yang minta. Keturan. Cabangnya afa di jalan gatot subroto dan di jl. Flores

23. Bakso Aan. Jl. Setia budi. Lumayan rasanya. Biasanya juga ramai oleh pengunjung. Tempat makan ini berbatasan dengan sawah di sampingnya jadi viewnya bagus

24. Siomay Sidney (perum Sidanegara Indah). Sejauh ini masih yang paling baik di kota cilacap rasanya.

Untuk daerah kuliner yang banyak variasi makanan ada di jl. Rinjani. View nya juga bagus arah ke sawah n kilang, ada beberapa yang baru tapi belum sempat coba. Untuk sementara yang rasanya lumayan OK ya deretan makanan di atas.

Kamis, 08 Desember 2016

Cilacap, City of Our Memories (Part 1)

Cilacap, apa yang di benak kalian jika mendengar nama kota ini?
Ngapak? Mendoan? Kampung?

Iya memang benar itu adanya. Begitu pula saat pertama kali aku harus tinggal di kota itu karena tugas.

Pada tulisan sebelumnya udah sempat aku tulis sekilas tentang kota ini. Kayaknya 4 tahun yang lalu. (Coba buka2 lagi bloggingan yang lama eh kok g ada ya...wah kehapus kayaknya... Hadehh). Ok mulai dari awal kalo begitu.

Pertama kali aku menginjakkan kota ini di bulan Desember 2011 dalam rangka menjalankan rangkaian kegiatan OJT pekerja baru Perusahaan di kilang.

Kesan yang pertama muncul, waduh kok sepi banget yak. Agak2 masuk ke pedalaman gt. Karena waktu itu kami serombongan bertolak dari cirebon arah ke cilacap. Melewati tegal, brebes, ajibarang, bumiayu lalu melewati daerah hutan di daerah Wangon dan jeruk legi sebelum masuk ke cilacap. Masuk ke kotanya pun terlihat sepi, walaupun jalanannya sudah  beraspal bagus n besar.

Tujuan awal kami adalah cari tempat tinggal sementara yang sudah disediakan pihak kantor. Yaitu wisma griya patra di jl.juanda. saat itu griya patra masih termasuk bagus karena gak ada saingan lagi. Padahal kelasnya mungkin sekelas losmen / melati.

Bangunannya tipikal bangunan lama. Padahal kamarnya termasuk luas tetapi perabotannya jadul. Wisma ini sering dipakai oleh perusahaan untuk acara2 kantor dan acara2 pribadi / keluarga sampai sekarang, karena harganya yang murah dan kapasitasnya lumayan (jangan dibandingkan dengan di kota besar yaa). Sayang sekali sekarang ini dia kurang bisa mengikuti perkembangan jaman jadi agak tersisih dengan banyakknya pesaing baru. Semoga segera di upgrade dari perusahaan.

Kami hanya sempat menikmati stay di losmen itu hanya sekitar 5 hari karena wisma itu harus segera steril karena ada rencana kedatangan pejabat no 1 negeri ini saat itu. Kecewa sih karena itu sebenarnya hak kami. Apa mau di kata akhirnya kita cari kost2an.

Setelah muter2. Dapatlah di kost di jalan MH. Thamrin, cukup dekat dengan kilang. Dan mulailah kehidupan kami menjadi perantauan lagi di negeri antah berantah ini dengan modal cekak dan semangat hidup yang tetap membara.

Kondisi di awal-awal kedatangan kami di cilacap tahun 2011 cukup penuh perjuangan. Karena harus nge kost, sedangkan budget sangat minim karena status masih pekerja OJT. Kami harus pintar2 bertahan hidup. Terlebih kami tidak punya relasi / kenalan saudara disini. Hanya kawan2 seperjuangan saja.

Untuk mami yang terbiasa di kota ramai bekasi / jakarta, kota kecil ini menjadi dunia yang asing. Jam 8 malam pun sudah sepi. Seperti kota mati. Tempat belanja, tempat makan dan tempat hiburan / rekreasi sangat terbatas. Kalaupun ada pilihan yang bervariasi ada sejauh 2 jam perjalanan motor ke arah purwokerto yang lebih "kota".

Sejarah, kondisi umum kota dan kabupaten cilacap bisa dilihat di http://cilacapkab.go.id atau https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cilacap

Motto kabupaten cilacap :
JALA BHUMI WIJAYAKUSUMA CAKTI
JALA                     :  Air, Lautan
BHUMI                  :  Tanah, Daratan
WIJAYAKUSUMA :  Bunga Kejayaan
CAKTI                    :  Ilmu Tertinggi

Artinya adalah :
"Kemampuan membudidayakan bumi, laut, air untuk kemakmuran"

Semboyannya : Cilacap BERCAHAYA. Singkatan dari :
Bersih, Elok, Rapi, Ceria, Hijau, Aman, Jaya

Madiun, Luvely Hometown (part 4)

Selain karena memang rumah asli dan orang tua atau kakek nenek yang berdomisili disini serta yang sudah banyak disebutkan sebelumnnya, banyak hal yang membuat kami sebagai perantau ini pengen selalu balik ke kota ini. Berikut beberapa hal tersebut :

1. Makanan (kuliner)
Banyak makanan lokal asli madiun. yang sangat easy swallowed, sangat bisa diterima segala macam suku dan umur. Salah satunya adalah nasi pecel madiun. Atau kalo dalam bahasa inggria disebut vegetables salad with the peanut sauce. Repot yak hehe.

Kamu gak akan menyangka kalo sayuran dan lauk cuma kerpik tempe kemudian disiram dengan sambal kacang akan membuatmu nagih terus setiap hari. Aku sampai hari inipun kalo balik ke madiun, makanan no 1 yang aku cari adalah nasi pecel. Dan itu menular ke istriku yang notabene orang jawa barat. Dan enaknya pecel itu tersedia 24 jam. Di sepanjang jalan manapun di madiun pasti ada itu yang namanya penjual pecel.

Memang ada beberapa yang memang sudah menjadi langgananku yaitu pecel mb har di depan sma 1, pecel tenda biru di jalan setiabudi serta pecel jalan jeruk. Nama yang disebut terakhir ini hanya berjualan pagi hari dan selalu habis kurang dari jam 7 pagi. Sambalnya pun sudah di ekspor keluar kota. Tapi mantabnya yang jualan masih tetap yang punya, bukan karyawan, jadi tetep orisinil racikannya.

Kalo mb har dan tenda biru hanya malam hari saja dengan tentunya lauk yang bervariasi dari tempe, telur, jeroan, lidah, daging dll. Maknyuss lah. Di daerah jalan cokroaminoto juga berjajar terdapat banyak warung nasi pecel.

Untuk jajanan lain yang terkenal dari madiun adalah brem, roti bluder, keripik tempe, madumongso, ledre pisang, sale pisang, keripik buah2an dan masih banyak lagi. Banyak terdapat sentra jajanan oleh-oleh karena memang madiun ini terkenal sebagai kota persinggahan pelancong jadi gak akan salah kalo mampir ke kota Ini. Puas borong oleh2.

2. Tempat wisata & hiburan
Di dalam kota, seperti yang disebutkan sebelumnya ada mal2 baru yang siap memuaskan dahaga para shopaholic, bioskop dengan film2 terbaru, waterboom buat anak2, taman2 plus angkringan buat nobgkrong, car free day, car free night, festival2 dll.

Kalao di luar kota tapi masih di wilayah karesidenan madiun, ada telaga sarangan, air terjun tirtosari dan perkebunan strawberry masih di sarangan juga, air terjun tawangmangu, wisata pendakian gunung lawu & wilis, wana wisata grape, monumen pemberontakan PKI di kresek, telaga ngebel dan wisata durian di daerah dolopo ponorogo, wisata budaya di ponorogo, wisata pantai dan gua kapur di pacitan dan masih banyak lagi.

3. Nostalgia dan suasana kekeluargaan
Kalau yang ini tentu saja, karena aku sedikit banyak tunggal dan besar di kota ini. Kenangan untuk kumpul bersama keluarga dan mengingat semua hal yang sudah dijelaskan panjang lebar di atas adalah hal yang sangat berharga dan tidak bisa didapatkan di kota lain. Beda kota beda rasanya. Begitu juga dengan yang dirasakan oleh ribuan orang perantau yang setiap libur panjang ikhlas untuk bermacet ria di jalan untuk bisa sujud sungkem di kaki orang tua, melepas rindu dan berusaha untuk membahagiakan mereka dengan segala yang dipunya.

*Hometown.. The place that you always back and back again no matter how far you go

Selasa, 06 Desember 2016

Madiun, Luvely Hometown (Part 3)

Kembali membahas masalah madiun. mungkin sekarang kita beranjak membahas lingkungan di luar rumah n kota madiunnya itu sendiri ya.

Kota ini sebenarnya gak terlalu besar, yang besar adalah wilayah kabupatennya. Ibukota kabupaten madiun ada di caruban. Ya kurang lebih kurang 70 km-an dari pusat kota madiun itu sendiri. Kalo kotanya sendiri dipimpin oleh seorang walikota yang kantornya ada di samping alun2 kota.

Karesidenan Madiun sendiri terdiri dari beberapa kota : Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan.

Kota gadis, itulah sebutannya. Eitss bukan karena banyak gadis nya ya n terkenal karena kecantikan gadis2nya. GADIS disini maksudnya singkatan dari perdaGAngan, penDIdikan dan induStri.

Memang sejak beberapa tahun terakhir, kota ini berkembang pesat dari sisi sosial, ekonomi, pendidikan dll. Selain juga karena memang posisi ikota ini cukup strategis sebagai kota persinggahan dari pelancong yang berasal dari jawa tengah / jawa barat yang menuju ke jawa timur begitupun sebaliknya. Bahkan orang2 dari daerah cepu dan sekitarnya sering jika shopping / berbelanja ke kota ini dibanding kota lain.

Dulu daerah pusat belanja atau mall sangat minim. Yang terkenal adalah president plaza di daerah alun2 madiun. Setelah nyadisusul oleh sri ratu, matahari mall, timbul jaya mall, carrefour. Baru yang paling ngehits adalah suncity yang dilengkapi dengan waterboom dan hotel.

Begitu pula hotel / penginapan. Dulu yang paling ngehits adalah hotel merdeka. Sampai sekarang juga masih ada. Selebihnya adalah penginapan bintang 2 atau sekelas losmen. Seiring berjalannya waktu, mulai muncul hotel sekelas amaris, sun hotel dan aston. Mungkin ke depannya akan masih banyak lagi hotel dan tempat hiburan.

Daerah keramaian atau tempat nongkrong juga sudah banyak. Tak selalu terfokus di alun2 saja. Ada pelataran stadion wilis yang dibikin sedemikian rupa hingga banyak pedagang asongan yang tertata rapi sehingga mampu mengundang kerumunan untuk datang.

Sekarang di lapangan gulun di dekat rumah juga sudah rame kalau malam hari. Ada becak-becakan yang pakai lampu kelap kelip itu, juga permainan anak2 semacam pasar malam. Kalau pagi atau sore tempat ini difungsikan untuk olahraga sepakbola, jogging dll. Disediakan juga track untuk terapi akupuntur kaki.

Di jalanan dr. Soetomo di depan RSUD Soedono  atau di belakangnya (jl.bali) juga makin ramai. Termasuk di jalanan cokroaminoto n jalan agus salim. Bahkan jalanan yang dulunya sepi seperti di depan Universitas Merdeka Madiun sekarang cukup ramai dengan adanya cafe2 dan tempat makan.

Ada juga car free day di jalan pahlawan tiap minggu pagi. Banyak jajanan dan atraksi seperti halnya di kota2 besar lain.
Untuk alun2 sendiri sudah dibuat sedemikian rupa hingga terlihat asri, banyak tanaman, bangku bahkan ada pagupon (rumah2 burung merpati) yang diisi oleh ratusan merpati. Jadi sambil duduk2 santai, para pengunjung bisa memberi makan merpati itu dan bisa bermain-main dengab merpati yang sudah jinak seperti di taman2 eropa.

Kota ini beberapa kali memperoleh piala adipura atas keberhasilannya dalam tata kota dan kebersihannya. Salut memang. Kota ini memang nyaman untuk ditinggali. Mungkin kalo saat biasa kota ini gak akan terlihat ramai oleh penduduk. Tapi akan sangat berbeda saat lebaran atau libur panjang tiba. Jalanan kota akan berisi ribuan kendaraan dengan plat no dari luar daerah semua. Kebanyakan si plat B. Dengan kata lain banyak perantau dari kota ini yang tetap saja saat lebaran akan kangen balik ke kota ini.

Semboyan kota madiun adalah BANGKIT : Bersih, Aman, Nyaman, Gagah, Kuat, Indah, Tentram.

Secara kehidupan budaya, madiun sebenarnya penduduknya seperti kombinasi antara orang jawa tengah dan jawa timur. Kalo orang jawa timur yang lebih timur seperti daerah surabaya, kediri, malang dll itu bahasanya kalo tak terbiasa akan terdengar kasar, padahal bagi mereka itu biasa. Kalau di madiun sendiri lebih "soft" ada sisi urakannya tapi tidak meninggalkan santunnya / slownya orang jawa tengah.

Di kota ini juga terdapat pusat organisasi pencak silat terbesar di indonesia. Yaitu setia hati. Ada banyak cabang organisasinya. Tapi yang paling terkenal adalah SH Teratai dan SH Tunas Muda Winongo. 2 nama ini juga yang biasanya suka ribut sama lain dari dulu dan menjadikan jalanan ringroad madiun menjadi medan perang mereka. Terutama saat tgl 1 suro. Entah apa masalahnya. Kayaknya gak perlu dibahas juga. Yang lain ada PPS Betako merpati putih, perisai diri, kera sakti dll. Dulu sempat belajar juga dasarnya merpati putih tapi tidak ikut organisasinya karena hanya berupa ekskul olahraga di sekolah.

Dari sisi industri, ada perusahan kereta api kelas dunia yaitu PT. INKA. Mereka memproduksi gerbong kereta api sendiri, bahkan menerima pesanan juga dari negara lain semisal jepang. Ada juga pabrik gula yang cukup banyak di daerah madiun dan masih aktif, yaitu PG Kanigoro, PG Rejo Agung, dan PG Pagotan. Ada juga PG lainnya yang berada di wilayah karesidenan Madiun.

Dari sisi pendidikan, banyak sekolah dan lembaga bimbingan yang cukup baik. Sudah berstandard nasional dan ada juga yang sedang in progress untuk perintisan standard internasional. Banyak terdapat kampus dan sekolah tinggi walaupun masih dikelola oleh swasta. Next ke depannya mungkin jika terus mendapat perhatian dari diknas mungkin levelnnya akan naik lagi dan bukan tidak mungkin akan menjadi pusat jujukan para pelajar / mahasiswa.

Sabtu, 03 Desember 2016

Madiun, Luvely Hometown (Part 2)

Selain hewan, tanaman juga jadi makhluk hidup kesayangan ibunda tercinta. Lihat saja di halaman depan rumah, udah seperti hutan rimba. Ada mangga madu, sawo kecik, belimbing, palem, tanaman2 pot, tanaman obat, pohon asem dsb.

Khusus untuk pohon asem ini ditanam berjajar sepanjang jalan depan rumah dari ujung ke ujung. Tanaman ini peninggalan eyang kakung, ditanaman dari masih bibit saat awal pindahan hingga gede dan berbuah lebat. Kalo lagi musim berbuah, kami begotong royong buat ngerontokin buah2an yang sudah masak. Masalahnya yang rontok bukan hanya buahnya, tapi daun2nya juga.

Sering kali ada tukang becak, gelandangan atau orang kampung sebelah yang tanpa ijin mengambil daun muda n buah asem itu sendiri. Dibiarkan saja, kecuali untuk 2 pohon yang persis di depan rumah karena itu yang paling subur n banyak buahnya.

Saking uniknya pohon asem ini, karena jumlahnya belasan dan di tengah kota, oleh pemkot dijadikan tanaman yang dilindungi, sampai dikasih tagging pohonnya. Pernah dulu sempat ribut karena biar gak ngotorin jalan n gak rubuh saat hujan deras, ranting2nya dipangkas sama eyang, eh orang pemkotnya nyolot bilang kalau itu dilarang. Lah emang yang nanem siapa. Hehe. Akhirnya eyang yang menang hehe.

Selain di halamn depan, ibu juga bikin tanaman2 pot sendiri di balkon atas dekat kamar tidurnya. Kalau dulu asih ada tuh tanaman anggur yang ditanam n merambat di balkon, buahnya banyak n manis pula. Cuma sayang sudah mati.

Kalo di halaman depan tapi di samping ada kolam ikan juga, dihuni oleh ikan lele n ikan sapu2. Dulu sebenarnya banyak lagi jenisnya. Posisinya pas di depan teras kamar utama eyang. Biasanya eyang berdua duduk2 santai di sofa sambil baca koran atau dengerin radio disitu, mungkin sambil menikmati suara gemercik air n ikan2. Dulu malah ada ayam jago n burung parkit juga.

Waktu aku kecil, aku n mas seneng maen2 disitu ditungguin eyang kakung. Sengaja juga dibuatin pompa air angguk buat ngisi air kolam secara manual, sekarang pun masih berfungsi. Biasanya eyang minta tolong diisiin air kolamnya, dihitungin juga berapa ratus kali ayunan, ntar dibeliin jajan hehe. Namanya juga anak kecil, biasanya selain ngisi air kolam disambi juga maen2 air sekalian mandi. Tentunya gak pake sabun dl, bisa koit ikannya.

Kolam ikan juga sebenarnya ada 2, satu lagi di depan teras samping ruang keluarga. Tapi karena sering bocor n susah bersihinnya jadinya ditutup semen n buat arena bermain kucing sekarang.

Banyak yang tidak berubah sebenarnya secara tata letak perabotan, meubelnya pun gak berubah. Masih awet. Yang berubah paling barang2 elektroniknya yang makin modern.

Sofa merah di ruang keluarga itupun dr jaman aku kecil sampai sekarang ya disitu aja posisinya. Gak berubah.
Paling beberapa ada tambahan tembelan karena dicakar2 kucing2 iseng lagi ngasah kuku dari beberapa generasi. Karpet, sofa tamu, lemari, meja makan, meja kerja masih sama semua.

Tempat dimana kami sekeluarga ngumpul, dulu aku sering nemenin eyang kakung nonton tv, walaupun aku juga g tau apa eyang kakung ngerti selera tontonan cucunya ini. Tapi kalo eyang putri yang pegang remote tv alamat mending pindah nonton tv di kamar hehe. Gak bisa diganggu.

Dulu saat masih ngumpul semua enak, suasananya rame, walaupun punya kesibukan sendiri2. Eyang putri juga masih demen masak, siplah pokoknya resepnya. Dapur ukuran 4 x 5 meter itu pokoknya dikuasai sendiri lah.

Waktu makan pokoknya di meja tamu udah komplit makanan. Kalo untuk eyang kakung terkadang menunya dibedakan sama eyang putri karena punya riwayat sakit ginjal dari muda. Tapi kadang cucunya juga iseng suka ngasih2 jajanan, dawet, kue, pernah juga dikasih permen kaget (itu loh permen yang kalo diisep meledak2 di mulut). Tetep dimakan juga.hehe kualat lho

Kalo eyang putri mah gak ada yang berani ngerjain, bisa dijewer. Pokoknya eyang putri penguasa rumah itu. Dalam artian yang baik. Galak tapi tetap care.

We love u grandpa n grand ma.

Dulu waktu aku kecil, belum ngikut bapak sama ibu merantau, aku tinggal di rumah itu bareng eyang, om, tante, mas, n saudara angkat. Sedangkan bapak masih menyelesaikan kuliah kedokteran nyambi kerja, ibu nemenin bapak tentunya.

Aku masih menikmati tuh diajak bareng mas juga oleh eyang kakung jalan2, dibeliin jajan, diajakin nonton bola di stadion, dipaksa buat latihan berenang di kolam renang purbaya (bangunanya sih masih ada tapi kayaknya kolamnya ud g ada), dianterin potong rambut langganan, tinggal di villa keluarga di sarangan pas liburan n lain2.

Cuma pada akhirnya aku harus memilih untuk ikut bapak n ibu yang merantau,  karena ternyata aku lebih rindu bersama mereka meski jauh di kampung dan hidupnya pas pasan.

Walaupun tetap saja, saat liburan tiba, aku lebih suka balik ke madiun maen sama mas. Sebenernya sayang juga mas gak ikut merantau, tapi lebih memilih tinggal n sekolah di madiun bersama eyang.

Anyway. We love all of family 💑

Sabtu, 26 November 2016

Madiun, Luvely Hometown (Part 1)

Kota ini, adalah kota masa kecilku. Tempat kelahiranku. Tempat aku beranjak dewasa. Yah gak sepanjang perjalanan dewasaku si. Sebagian. Karena dari kecil aku harus ikut berpindah pindah rumah mengikuti tugas bapakku yang seorang dokter.

Dulu kecilku aku hanya sempat tinggal di kota ini dari TK besar sampai kelas 2 SD, setelah itu harus pindah ke borobudur, soroyudan (daerah magelang perbatasan) dan magelang. Sebelum aku harus balik lagi ke kota ini karena bapakku meninggal dunia di tahun 2000. Itu saat aku masih kelas 2 SMP.

Jadi aku mulai di kota ini lagi dari kelas 2 SMP, setelah kurang lebih 6 tahun berkelana di jawa tengah. Sampai dengan kelulusan SMA ku di tahun 2004. Setelah itu aku merantau untuk kuliah di jogja dan bekerja di jakarta, dan sekarang di Cilacap.

Selama periode masa kecilku yang hilang di kota Brem (makanan lokal khas dari fermentasi beras ketan) ini, tentunya banyak sekali yang berubah dengan yang terakhir kali aku ingat saat kecil. Sebenarnya juga susah untuk mengingat persis masa kecil kan.

Apalagi sekarang, kondisi sudah tak sama lagi, dari kondisi kotanya itu sendiri, serta kondisi keluargaku. Eyang kakung sudah wafat, bapak juga, om dan tante juga sudah dengan keluarga masing-masing di kota yang berbeda, saudara dekat n jauh juga sama. Apalagi teman-teman sepermainan saat kecil.

Dulu aku masih ingat sedikit saat masih tinggal di komplek perumahan pabrik gula Kanigoro, karena eyang kakung masih menjadi pejabat di pabrik gula itu. Rumah di sana besar banget, bahkan di belakang rumah ada lapangan tenis. Seingatku dulu aku n kakakku belajar naek sepeda disana sampai malam. Hehe.

Belum lagi ada kebun tebu Di belakang rumah, dulu aku, kakak n ada saudara lain yang suka curi-curi ngambil tebu di kebun itu, bahkan sampai ke dalam kereta pengangkut tebunya. Biasa kelakuan anak2 kecil. Untung gak pernah ketangkep satpam pabrik.

Dulu juga pernah punya burung beo, namanya menco, yang biasa menirukan suara orang, juga ada monyet dan hewan2 lain. Karena pekarangan yang luas, jadi isinya macem-macem.

Setelah eyang kakung pensiun, pindahlah kita ke daerah kota, di jalan suhud nosingo. Rumah yang sekarang ini masih berdiri kokoh dan ditinggali oleh eyang putri dan ibuku.

Rumah ini besar 2 tingkat tapi tapi halamannya tak sebesar rumah di kanigoro. Sebenarnya aku gak begitu suka rumah tingkat, karena seperti kata istriku, seperti ada 2 rumah yang berbeda. Satu di atas dan dibawah yang dipisahkan oleh tangga. Almarhum Eyang kakung  dan eyang putri sendiri jarang naek ke atas. Tentunya karena faktor usia. Jadinya seperti ada dunia sendiri di atas.

Di lantai 1 Rumah ini terdiri dari 1 kamar utama + kamar mandi, 1 kamar tamu (biasanya juga dipake sendiri hehe), 2 kamar tidur di belakang, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Ada juga garasi, kolam ikan dan halaman depan.

Di lantai 2 terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, tempat jemuran, gudang serta balkon (biasanya aku nongkrong disini ni). Kalo dulu pas SMA aku suka naek-naek juga ke genting rumah, dan g pernah ketahuan si, kecuali naeknya bareng2 sama kakakku dan saudaraku hehe.

Dulu pernah punya peliharaan musang (luak). Sebenarnya bukan peliharaan, tapi lebih karena musang ini harus ditangkep karena udah menganggu ketentraman ayam n burung di rumah. Dulu burung2 hias juga masih banyak. Pernah juga punya kelinci. Kalau sekarang peliharaannya tinggal ikan n kucing. Semua dipelihara dengan baik oleh ibu.

Kucing - kucing ini semuanya adalah kucing liar yang terlantar dan diambil ibu saat masih kecil. Ceritanya nemu di jalan, kasihan karena gak ada induknya, akhirnya dikantongin deh di jaketnya. Hohoho. Dipelihara, dikasih makan (dari pindang mpe whiskas cuy), kalo masih kecil dimandiin, diberi obat cacing, diklonin juga kadang2, kalo udah gede biasanya sebagian merantau, yang lain bertahan. Nah yang betina yang masih bertahan di suntik KB biar gak beranak terus, Hahaha 🙌.

Saking sayang nya ma kucing-kucing itu, kalo ada yang sakit atau sampai mati, nangisnya ud kaya ditinggal putus pacar. Pernah nanya si, kenapa sampe segitunya sayang ma kucing2 itu, bahkan bercita2 di mas tuanya punya tempat penangkaran kucing..alamak 😨.

Kata ibu, biar besok di akhirat, kucing - kucing itu bisa jadi saksi kalo selalu dirawat dengan baik oleh ibu, itung2 nambah pahala..so wise...😇

Jumat, 25 November 2016

Pontianak, Kota Katulistiwa - the first time

Pertama kali saya ke pulau Kalimantan adalah ke kota ini, Pontianak. Ibu kota dari Kalimantan Barat. Kota yang terkenal karena terletak tepat di jalur lintang 0 derajat. Atau sering kita sebut garis Katulistiwa.

Sudah lama sekali sebenarnya, saat saya masih bekerja di perusahaan sebelumnya. Dinas itu dilakukan untuk site survey kondisi jalanan di daerah pelosok kalimantan Barat.

Saya berangkat bersama rombongan lewat Cengkareng. Dengan durasi kurang lebih 90 menit hingga tiba di bandara internasional Supadio Pontianak.

Ada kejadian menarik saat di atas pesawat. Saat itu saya melihat pesawat masih berada di atas awan jadi masih cukup tinggi, tapi sudah ada announce dr pilot bahwa pesawat akan segera landing. Ternyata gak lama pesawat mulai turun ke bawah awan, langsung terlihat daratan. Dan saya lihat beberapa titik asap di daratan. Oalah ternyata itu tadi bukan sepenuhnya awan, ternyata campur asap kebakaran lahan gambut di tanah kalimantan. Memang sebagian besar tanah Kalimantan masih mengandung gambut yang mudah terbakar saat kemarau. Untuk gak terlalu pekat, kalau sampai pekat pasti gak boleh mendarat pesawatnya.

Saya menginap di d 3 hotel selama stay si pontianak. Salah satunya hotel mercure. Yang satu saya lupa karena udah lama banget. Ada kali 6 tahun yang lalu. Kayaknya harus balik lagi buat mereview hotel di sini. Yang saya ingat adalah saya kena gangguan pencernaan alias diare setibanya si kota ini.entah karena makanannya atau badan yang fak fit. Dan ini cukup menganggu selama aktivitas site survey. Kalian akan segera tahu alasannya.

Kegiatan surevey kami adalah melakukan pemeriksaan kondisi jalan dari arah Pontianak ke daerah kabupaten Sanggau & Sekadau. Hal ini terkait dr laporan dari unit pontianak bahwa terjadi banyak kerusakan di bagian bawah mobil (under body) akibat kondisi jalan, dan bagaimana mencari solusinya. Sekedar tahu, dulu saya sempat bekerja di perusahaan otomotif yang berkantor di daerah Sunter Jakarta Utara selama 3 tahun.

Rute perjalanan ke daerah tersebut harus ditempuh dengan jalur darat, karena kita harus menyusuri kondisi jalanannya dimana laporan kerusakan itu aering terjadi. And you know what, that is the worst trip I ever made. The reason are :

1.  Ternyata butuh waktu 9 jam perjalanan 😥

2. Kondisi jalanan yang gak manusiawi (mix jalanan bergelombang, tanah merah yang licin, plus rusak karena sering dilewati kendaraan berat. Hancur pokoknya) 😤

3. Minim fasilitas pendukung seperti warung, tempat istirahat, pom bensin, toilet, tempat menginap, dsb. Fasilitas itu termasuk barang mewah di rute Ini. Yang bisa dilihat hanyalah pohon, sungai, semak-semak, hewan liar (babi hutan, anjing). It's kind of wild wild life here

4. Perut sedang bermasalah. Ini yang membuat perjalanan selama itu menjadi neraka dunia yang akan teringat sampe akhir hayat. Diperparah dengan kondisi jalanan dan minimnya fasilitas seperti pom bensin / toiler. It's getting worst. Bayangkan seperti warna muka sayadan sederas apa keringat yang mengalir. Alhamdulillah saya masih bisa bercerita sekarang dan tidak ada aib pribadi yang muncul dari perjalanan itu.

5. Adanya berita mengenai kasus pembunuhan di daerah Sanggau, yang cukup bikin worry untuk melakukan perjalanan malam. jadi perjalanan harus udah selesai sebelum petang

Selain hal-hal tersebut, ada juga hal2 menarik yang ditemui selama di perjalanan itu. Antara lain :

1. Memasuki daerah pelosok, terlihat mobil - dengan brand yang jarang kita lihat di lokal, serta plat no mobilnya yang tak biasa. Setelah tanya-tanya ternyata itu kendaraan dari negara tetangga (malaysia) yang masuk ke indonesia lewat jalur pwrbatasan malaysia -kalimantan. Tapi gak tau juga apakah itu resmi atau illegal.

2. Isu dan cerita adat sangat kental di daerah pelosok kalimantan barat ini. Sebagai contoh, jangan sampai menabrak hewan-hewan liar yang mungkin berkeliaran di jalanan. Baik senfaja maupun tak dsengaja. Akibatnya akan berurusan dengan hukum adat setempat. 1 harga babi hutan / celeng bisa setara dengan harga 1 buah mobil double cabin. Atau ganti rugi sejumlah puting hewan tersebut dikali sekian ratus ribu. Intinya mending ngalah ma hewan dl lah selama disini.

3. Jangan sampai ada cewe kalimantan (especially turunan suku dayak asli) yang kepincut dan pengen kalian jadi suaminya. Dukunnya terlalu kuat men, bisa gak balik kalian ke pulau jawa. Termasuk minum air dari sungai Mahakam mitosnya bisa membuat kalian tidak bisa meninggalkan pulau Borneo ini. Secara tampilan, cewe dayak itu seperti orang cina yang putih. kebanyakan juga penjual makanan di pontianak juga orang cina / orang kalimantan yang mirip cina tadi.

4. Salah satu dari hotel yang saya sempat tinggali untuk transit sementara selama perjalanan ada di kampung kecil di daerah sekadau. Agak serem juga bentuknya, bangunan lama bertingakt dengan ornamen2 jadul. Kamarnya luas, untuk kelas standard seperi untuk familiy, perabotnya juga masih berupa ukiran jadul, agak serem rasanya. Kamar mandinya pun memanjang, antara closet dan wasfatel juga tempat shower jaraknya berjauhan. Untuk pengunjung yang menginap sendirian, kamar yang paling standard pun terasa terlalu luas.
Sarapan paginya juga. simple sekali nasi goreng dan telor. Maklum karena jarang pengunjung sepertinya dan kebetulan hanya hotel ini satu2nya yang ketemu di antara rute perjalanan panjang kami.

Setelah survey jalanan dan ke survey ke dealer. Selesai sudah agenda kami, sisanya adalah free time. Kami ditraktir makanan khas pontianak. Apalagi kalau bukan kepiting asap pontianak. Kepiting dengan ukuran jumbo dengam bumbu pedas saus padang dan saus tiram, serta makanan seafood lainnya. Puass.

Selain itu kami berkunjung ke ikon kota ini yaitu tugu katulistiwa. Isi di dalamnya lebih berupa musem yang memuat sejarah berdirinya tugu tersebut, dan sekilas informas mengenai kota pontianak yang mempunyai hewan khas burung rangkong uni. Tak lupa saya beli souvenir dan oleh oleh makanan (olahan lidah buaya, amplang dan lain2) untuk keluarga di rumah. See you again Borneo...

"Find yourself on the trip of life, know your weakness and power better"

Senin, 21 November 2016

Palembang, Wong Kito Galo

Sudah agak lama sebenarnya perjalanan ke kota pempek ini saya lakukan. Cuma baru keinget untuk menuliskannya di blog.

Saya ke palembang dalam rangka dinas dan site visit ke dalam kilang plaju. Hanya 2 hari 3 malam saja.

Karena saya berangkat dari Cilacap jadi rutenya agak repot. Rutenya adalah Cilacap ke jogja terlebih dahulu dengan jalur darat menggunakan bus efisensi yang rutin tiap jam ada sekitar 5 jam perjalanan. Kemudian dari Jogja naek pesawat ke Palembang. Tetapi karena gak ada jurusan langsung, jadi harus transit dulu di Jakarta, kurang lebih 3 jam. Kering broow...mati gaya pokoknya lah 😂.

Kalo ditotal perjalannya dari cilacap lewat jogja adalah sekitar 12 jam lebih. karena saya berangkat abis subuh. Nyampe hotel Aryaduta Palembang itu abis isya. Capee...

Bandara di Palembang bernama bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Bandara modern sperti halnya bandara sepinggan di balikpapan atau terminal 3 ultimate Soetta Cengkareng.

Perjalanan dari bandara ke hotel arya duta dengan taksi kurang lebih 30 menit. Secara umum kota ini di waktu malam ya gelap hahaha, udah ngantuk sebenarnya jadi gak terlalu ngeh, pengennya ceper tidur karena oaginya juga udah harus site visit ke dalam kilang.

Hotel Arya duta berlokasi di Jl. POM IX, Kompleks Palembang Square Mall, Lorok Pakjo, Ilir Bar. I. Hotel ini berbintang 5. Hehe lumayan ya, karena udah dibooking oleh panitia dari kantor pusat ya gak masalah, deklarasi dinas tetap bisa diganti hehe. Karena sekelas bintang 5 tampilannya pun modern, lengkap fasilitasnya dari kolam renang hingga convention hall. Walaupun saya gak bisa berkesempatan untuk jalan-jalan muter hotel sampai hari terakhir karena jadwal yang padat.

Posisi lobby ada di lantai 1, jadi agak naek tangga utama dulu yang didesain seperti di kerajaan dengan karpet merah di tengahnya. Barang bawaann juga gak terlalu banyak jadi check in cukup lancar walaupun udah agak kemaleman. Pengen segera selonjoran aja rasanya.

Karena bintang 5, fasilitas kamar tidak usah ditanya, komplit. Dari minibar, meubel, tv flat, kasur ukuran queen, telepon, lemari, locker dll. Kamar mandinya sendiri dengan bathub, lumayan lah buat berendam air panas ntar. Nilai kamarnya 5 dari skala 1-5. Have good sleep boy.

Paginya rombongan makan di restonya. Poaisinya di lantai dasar di bawah tangga lobby utama. Untuk kelas bintang 5, secara luas dan tampilan restonya sepertinya kurang mewakili saat itu (entah sekarang). Lebih cocok seperti bintang 4. Secara rasa masakan standard aja.

Ada kejadian unik dan cukup scary di resto itu. Secara tak terduga, chef di egg station mungkin tak sengaja atau bagaimana, yang jelas terjadi flash api yang cukup besar yang menyebabkan pan masaknya terbakar, tapi dia tak tak panik dan segera membawa keluar pan tersebut keluar ruangan melalui pintu keluar halaman resto yang ada di belakang. Hmmmh ada ada aja...

Selesai sarapan rombongan dijemput mobil dari kantor unit menuju kilang. Perjalanan membelah kota palembang memberikan kami kesempatan untuk mengamati pemandangan kota ini. Cukup rapi tertata dan cukup ramai. Kami pun melewati jembatan Ampera yang membelah sungai musi. Perjalanan kurang lebih 45 menit.

Kilang plaju dan sungai gerong ini jika dilihat dari usia merupakan kilang tertua yang ada di indonesia. walaupun nama lainnya adalah Refinery Unit (RU) 3. Agenda kami saat itu adalah site survey untuk pemeriksaan dan review kondisi tanki disana.

Pemeriksaan dan review dilakukan 2 hari. Hari pertama sampai sore, malamnya ditraktir orang unit di resto. Saya juga gak menginapap di hotel jadinya karena ada acara dengan kawan-kawan yang tinggal di palembang akhirnya saya tidur di rumah salah satu kawan di perumahan kilang.

Hari kedua hanya setengah hari jadi ada waktu untuk jalan2 dan beli oleh-oleh. Kebetulan ada kawan yang bisa pinjami sepeda motor jadi lebih nyantai lagi. Muter2 kota sendiri. Untungnya kotanya tidak terlalu rumit jadi tinggal mengikuti petunjuk jalan alhamdulillah gak tersesat.

Pertama-tama saya melaju ke arah jembatan ampera, selain itu saya juga lihat jembatan itu dari view yang berbeda, yaitu dari sisi bantaran kali, atau terkenal dengan sebutan river side karena disitu juga ada restoran river side yang terkenal. Sekalian foto2 hehe.

Di daerah river side itu juga terdapat benteng peninggalan keraton kesultanan palembang bernama benteng Kuto Besak. Cuma saya belum berminat untuk masuk sendiri.

Selesai dari situ saya geber motor lagi menyusuri jalanan kota palembang. Melewati masjid agung sultan mahmud badaruddin II di tengah kota, Berhenti sebentar di  taman rekreasi Kembang Iwak Family Park, kampus Universitas Sriwijaya (mungkin yang saya kunjungi ini bukan kampus utamanya, karena tidak begitu besar, kebanyakan isinya fakultas teknik), lalu muter-muter lihat jalanan tengah kota.

Setelah agak lama, saya ingat harus beli oleh2 buat keluarga. Yang terpikir pertama kali di otak, tak lain adalah pempek palembang. Udah wajib itu kalau maen ke palembang harus makan pempek plus cuko nya yang khas itu.

Bahkan kalau dengar cerita kawan yang tinggal di palembang ini serta lihat sendiri, orang palembang ini kuat lambungnya. Pasalnya tiada hari tanpa makan  makanan yang dimakan dengan siraman cuko. Gorengan pun makannya gak pakai cabai, tapi pakai cuko. Bagi saya, pengalaman 2 hari di kota ini sudah membuktikan kalau lambung saya gak terlalu kuat menerima serangan cuko yang bertubi2 ini. Mulut sih aman, lambung enggak. Diare.

Saya tanya beberapa referensi tempat pempek yang enak dari kawan. Pilihan akhirnya jatuh di RM pempek Vico yang terletak di depan PIM (Palembang Indah Mall). Tentunya sebelum memesan ubtuk dibungkus, saya juga makan dulu disitu hehe. Yang jelas banyak pilihan dan rasanya sangat khas n gurih. Gak rugi lah. Ditambah lagi minuman es kacang merahnya. Yummy mantab. Untuk pempek yang dibungkus bisa pilih yang menrah yang dilapisi terigu agar awet kurang lebih 3 hari diluar kulkas. Atau digoreng matang. Saya pilih yang mentah saja nanti digoreng di rumah oleh istri tercinta.

Ada beberapa tempat pempek lain yang direkomendasikan di internet, antara lain : pempek Candy, Leni, Saga, Beringin, Taman kenten, Wawa, EK. Silahkan dicoba semua ya.

Saat malam, saya diajak kawan untuk makan malam, ada suatu tempat kuliner yang cukup ramai, main menunya adalah baso, tapi saya lupa namanya. Rasanya si standard. Setelah itu pergi ke daerah river side untuk melihat pemandangan jembatan ampera serta adanya pasar lesehan (sebenanya gak lesehan karena pake dingklik / kursi kecil) isinya makannan dan souvenir persisi seperti pasar malam di pinggiran sungai musi.

Sebelumnya saya kembali ke hotel untuk istirahat, saya diantar kawan ubtuk beli souvenir baju khas palembang dengan merk lokal "Nyenyes" alias cerewet, seperti halnya kaos dagadu jogja atau joger bali. Bahannya cukup bagus, sesuai dengan harganya.

Secara umum, walau hanya sebentar saya cukup puas visit ke kota dengan semboyannya "Wong Kito Galo" - kita semua bersaudara ini, next time ajak keluarga maen juga ke tempat2 wisata yang lain.

"We are all brother, coming from one source, its bond never be broken..."

Minggu, 20 November 2016

Pekanbaru Riau, my first time

Awal tahun kemarin saya diberi kesempatan untuk dinas alias jalan-jalan ke Pekanbaru, Riau. Iseng-iseng berhadiah sebenarnya, berawal dari iseng bikin presentasi improvement ternyata bisa membawa berkah, walaupun cuma 2  hari 3 malam saja.

Di sana saya diminta untuk memaparkan presentasi tersebut di hadapan senior-senior kilang dari semua unit. Kemudian dilanjutkan diskusi dan sharing knowledge.

Saya berangkat dari bandara Soetta Cengkareng dengan Citilink kurang lebih 2 jam hingga tiba di bandara internasional Syarif Kasim II. Sebenarnya ada kekuatiran juga mengenai daerah Pekanbaru ini, karena sebelumnya terjadi bencana kabut asap yang cukup pekat di Sumatera dan Kalimantan, dan kota ini termasuk yang paling parah. Alhamdulillah kekuatiran tidak terjadi, karena asap sudah bersih dari langit pekanbaru.

Saya menginap di tempat yang sama dengan tempat diadakannya acara, yaitu di hotel Pangeran yang berada di jantung kota pekanbaru. Karena ini pertama kali buat saya ke kota ini, jadi saya tak mau ambil resiko dengan mengambil hotel lain. Takut nyasar hehehe. Perjalanan dengan taksi dari bandara kurang lebih 30 menit.

Hotel ini merupakan hotel yang sudah cukup berumur, kelihatan dari bentuk dan ornamen2nya tapi masih kelihatan mewah. Terdapat juga kolam renang yang cukup besar di bagian belakang, serta fasilitas fitness dan resto yang berada di pinggirnya.

Saya check in cukup cepat karena sudah menggunakan aplikasi travel agent "Agoda" jadi tinggal masuk saja ke kelas standard.

Kamar hotel ini bisa dibilang cukup baik dan cukup besar, sesuai dengan jelas bintang 4. Fasilitas kamar juga sudah dimoderenisasi, tv flat, sofa, kasur queen size, telepon, locker, lemari, minibar, mini kulkas.

Selain itu, yang utama saya cek adalah kamar mandinya. Asyik pakai bath up hehe, amenities / toiletries lengkap. Secara umum kamar dan kamar mandi saya nilai 5 dari skala 1-5. Memuaskan. Air panas mengalir dengan lancar.

Lanjut ke restorannya, cukup besar dan mewah, cuma yang disyangkan adalah variasi makanan yang kurang cocok di lidah. Selera si sebenarnya. Silahkan dicoba sendiri saat berkunjung ke situ. Untuk hotel sekelas bintang 4 biasanya ada egg station, ternyata tidak ada. Saya agak kurang puas. Saya beri nilai 3.5 untuk restonya.

Ruang rapat tempat acara cukup bagus dan nyaman, tapi pencahayannya agak kurang kayaknya ya. Tapi snack dan fasilitas lain ok. Terlebih lagi dapat souvenir yang cukup wah selesai dari acara tersebut hehe. Secara umum saya beri nilai hotel ini 4.

Selesai acara, it's free time. Saya coba jalan2 di trotor jalanan raya di depan hotel yang ternyata adalah jalanan utama kota Pekanbaru. Rame banget. Dan agak menyeramkan sebenarnya, karena lalu lintas disini tidak welcome buat pejalan kaki, apalagi yang mau menyebrang, minim zebra cross dan jembatan penyebrangan. Jadi agak sulit untuk menyebrang jalan, dan entah kenapa para pengendara di kota ini seakan tidak peduli dan ngebut saja seenaknya. Dan menit berikutnya, sayangnya ada kejadian gak enak terjadi tepat di samping saya.

Ada seorang anak loper koran yang entah dia nyebrang sembarangan atau gimana, terserempet mobil yang kemudian mobul itu oleng dan menabrang pengendara motor yang lain hingga jatuh pingsan. Anak itu sendiri terlihat shock dan mimisan. Saya agak bingung karena sebagai pendatang agak worry juga. untungnya banyak orang yang sigap menolong. Ibu pengendara mobil yang menabrak itu juga malah marah2 dan menyalahkan anak loper koran itu. Selanjutnya saya lanjutkan jalan kaki saya dan berharap aman sampai ke hotel lagi.

Di pinggir jalan, saya menemukan banyak penjual yang menjual jajanan pasar, semacam lontong ketan dengan tambahan sup ketan hitam. Saya lupa namanya. Karena belum pernah, saya beli lah 1/2 porsi. Dan sesampainya hotel, saya coba. Emmm...sepertinya cukup sekali saja saya coba makanan ini. Gak lagi-lagi 😥. Sup ketan itemnya asem banget euy... Fermentasinya kebablasen kayaknya tuh.

Malamnya, rekan kantor ngajak untuk cari makan, pertama dia propose untuk makan durian Pangeran yang terkenal di Pekanbaru. Kebetulan posisinya pas di hotel, tinggal nyeberang saja.

Tempatnya sederhana, tapi banyak terpajang pigura artis2 yang pernah berkunjung ke tempat ini. Wah beneran terkenal ni. Kami pesan 1 butir durian ukuran sedang.

Duriannya tidak beda dengan durian di tanah jawa, rasanya juga biasa saja. Agak kecewa juga sebenarnya. Tapi gapapalah buat sekedar tahu aja. Saya juga gak makan banyak, karena riwayat kolestrol dan asam urat yang kurang mendukung. Di warung ini juga disediakan ketan putih sebagai pelengkap durian. Unik dan tak biasa.

Ada kejadian lucu alias bego saat saya akan minum. Sebenarnya sudah disediakan air minum kemasan gelas disitu. Cuma saya melihat ada teko air yang juga diletakkan di meja, saya pikir oh mungkin ini juga air minum free kali. Saya tuanglah air itu ke cekungan bagian dalam kulit durian untuk kemudian saya minum.

Sedikit tips untuk menghilangkan rasa pahit atau getir setalah mngkonsumsi durian, bisa dilakukan dengan meminum air yang dituangkan di dalam kulit durian bagian dalam.insy allah rasa pahit / getir / eneg itu akan hilang.

Masalahnya muncul saat saya akan mencuci tangan bekas makan durian, saya celingak celinguk mencari wastafel, kok g ada ya. Akhirnya saya tanya ke penjual nya. Ternyata eh ternyata air yang saya minum tadi itulah air kobokannya. Maak... Penjual nya cuma mesem2 aja tanpa dosa sedangkan teman kantorku ngakak abis-abisan. Asemmm....moga2 g sakit perut.

Selesai petaka air kobokan, perut masih meronta2 minta makanan besar. Temen usul makan sate kambing yang ada di sebelah warung durian. Dengan sangat terpaksa saya tolak. Kalau masih ingin umur panjang jangan nyobain abis makan durian trus makan sate kambing ditambah air kobokan mentah. bisa komplikasi asam urat darah tinggi plus diare... 😤.

Ternyata di sekitar situ gak ada tempat makan yang sreg. Akhir kata setelah jalan beberapa saat, kita memutuskan makam di restoran nasi padang...widih..
Emang gak lengkap rasanya kalo ke daerah sumatera tanpa makan nasi padang khas daerah situ. Tentunya beda rasa dan tampilan. Dan yang jelas beda juga harganya.

Di restoran itu ada menu khas rendang bakar. Wah patut dicoba ni. Karena kita cuma berdua dari pihak restorannya tidak menyediakan menu yang digelar semua itu loh yang biasanya dikeluarkan saat ada tamu rombongan. Tambahannya hanya nasi putih, sayur ketela, sambal hijau, beberapa tambahan lain dan minuman pesanan kita.

Secara tampilan rendangnya berwarna cokelat kehitaman dan tidak berkuah alias kering. Dari gigitan pertama, terasa sekali bedanya dengan rendang yang biasa saya makan di pulau jawa.legit, empuk, mantab pokoknya. Ditambah lagi sambel hijaunya. Mak nyuzz. Gak nyesel lah dengan harganya yang juga bisa 2 kali lipat rendang biasa. Dan ingat jangan ambil menu tambahan yang sengaja disediakan di meja kalo ga siap modal. Bisa tekor. Makan berdua saja bisa habis 100 rb disitu hohoho...

Efek dari makan durian dan rendang baru terasa malam harinya saat di hotel. Kaki berasa kaku. Kayaknya sih asam urat jadi meningkat hehe. tidur jadi ga pules.

Besoknya selesai dari acara hari kedua, kita diajak makan oleh seorang kenalan yang kebetulan berdomisili di kota itu. Setelah muter2, sampailah di restoran seafood cina. Alamak...gak salah ni, kemren udah dihajar durian n rendang skg seafood, moga2 kolestrol gak ngamuk hehehe.

Menu yang dipesan kepiting, ikan kerapu, cumi dan yang bikin penasaran adalah sup sirip ikan hiu, karena setahu saya sirip ini dilarang untuk diperjual belikan, berbaik sangka sajalah, mungkin ini masih masuk kuota yang diijinkan pemerintah dan bukan perburuan liar.

Tampilan sup itu seperti sup asparagus / sup kepiting, secara rasa juga sama saja. Gak ada yanhgspesial. Harganya aja yang spesial. Dengan menu sebanyak itu dan yang makan hanya ber-empat, lumayan kenyang dan puas. Apalagi ikan kerapunya. Mantab. Kayaknya habis hampir 1 jutaan. Untung ditraktir 😛.

Selesai makan, saya request untuk beli oleh-oleh buat orang rumah. Ada tempat centra oleh-oleh di dekat hotel, namanya Mega Rasa. Segala macam makanan khas yang didominasi oleh durian ada disini, pancake durian, bolu kemojo, dodol durian, lempok dll. Ampun dah, bisa pusing makan durian terus hehe.

Anyway jalan jalan di Pekanbaru sebenarnua belum puas karena belum ke daerah wisata, tapi lumayan pernah sekali ke kota ini.

See you again Pekanbaru, Riau

* One way to understand the world is by travelling. Feel and enjoy it

Rabu, 09 November 2016

TRIP TO BATAM … ONE WAY TO THE FUTURE (PART 4)

Wah maaf hampir kelupaan, karena banyak kesibukan jadi baru inget masih kurang 1 bagian lagi cerita di Batam.

Sepeti yang sebelumnya dijelaskan, aku bisa di batam ini dalm rangka training welding inspector. Kenapa di batam, ya gak tau juga karena instruksi dari pusat, tetapi setelah menerima penjelasan disini baru aku tau alasannya.

Di pulau batam ini ternyata banyak industri skala besar dan internasional, karena lokasinya yang sangat stratgeis berbatasan dengan singapura sebagai jalur transportasi yang sangat ramai. Workhop / bengkel Industri perkapalan, manufaktur untuk offshore dan onshore oil company, serta industri2 yang lain. Banyak terdapat disini. Jadi training untuk WI ini sesuai untuk dilakukan disini. Sekalian bisa praktek atau sekedar visit ke workhshop2 tersebut.

Tempat trainingku bernama OTI - Batam (Offshore Technology Institute - Batam). Sekilas kalian gak akan menyangka kalu gedungnya yang berupa ruko itu tempat trainingnya. Instrukturnya juga cukup mumpuni karena merupakan praktisi industri2 level internasional.

Berhubung waktu training cukup padat, full day dari senin - sabtu bahkan kadang sampai minggu, sore pulak. Jadi waktu jalan2 agak terbatas. Rencana mau nyebrang ke negara tetangga juga harus ditunda dl sementara.

Berikut ini tempat2 menarik yang sempat aku kunjungi selama di Batam kemarin :

1. Jembatan Barelang
Jembatan Barelang (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena beliauyang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan. Keenam buah jembatan Barelang tersebut terdiri dari:

1). Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I),
2). Jembatan Nara Singa (jembatan II)
3). Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
4). Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
5). Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
6). Jembatan Raja Kecik (jembatan VI)

2. Kepri (Kepulauan Riau) Mall, sukajadi
Satu2nya tempat hiburan terdekat dr hotel tempatku menginap. Lumayan ramai setiap hari karena juga gak ada saingan lagi di dekat situ.

3. Nagoya Hill Shopping Mall
Kalau Nagoya Mall ini terletak di daerah kota pusat keramaian, dikelilingi juga oleh hotel dan pertokoan lain. Jadi sangat ramai. Barang2nya branded dan cukup murah. Terlebih jika ingin berbelanja tas, dompet, kaos, barang elektronik. Disini tempatnya. Serta juga pertokoan di sekitarnya. Shopaholic akan puas berbelanja disini.

4. Masjid Nagoya
Masjid Nagoya terletak di samping nagoya mall. Aku kesini saat jumatan. Arsitektur modern. Dan ada menara masjid dimana jamaah atau orang luar bisa naik ke atas. Dari situ juga bisa kelihatan pulau singapura dari jauh

5. Mall Top 100
Ini ni tempat paling cocok cari oleh2 dari batam. Yang paling dicari biasanya adalah cokelat. Segala macam merek dan bentuk, lokal maupun luar negeri ada disini. Dan tentunya dengan harga miring.

6. Tanjung Pinang, Pulau Bintan
Ibu kota kepulauan Riau. Disini aku gak sempat muter2 untuk lihat kotanya, hanya sempet di pelabuhan langsung lanjut ke pulau beralas dan pulau penyengat.

Pelabuhan Laut Tanjungpinang - Pelabuhan Sri Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau lain seperti; kepulauan Karimun dan Kundur, serta kota-kota lain di Riau daratan, juga merupakan akses internasional ke negara Malaysia dan Singapura.

Untuk yang pertama kali ke pelabuhan ini, harap bersabar dan berhati 2 karena banyak calo tiket, serta orang2 (preman sini cukup galak). Beruntunglah aku kemren bersama rombongan yang beberap berdomisili disini.

7. Pulau Beralas Pasir
Pulau Beralas Pasir atau disebut juga dengan White Sands Island adalah sebuah pulau yang terletak di dalam wilayah Teluk Bakau, kabupaten Bintan.

Pulau ini tidak berpenghuni dan hanya ada penjaga pulau saja yang merawatnya. Namun pulau ini menjadi tujuan utama tamu-tamu yang menginap di resort-resort yang ada di sekitaran Kawal, Teluk Bakau dan juga Trikora.

Ada fasilitas tempat bersantai disini, pondok-pondok, spot view fotografi, spot snorkeling, lapangan volley, tempat bilas dan toilet.

Dari kota Tanjungpinang kita bisa menggunakan jalur darat menuju ke Teluk Bakau dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam. Setelah itu dilanjutkan dengan menyeberang selama 20 menit.

8. Pulau penyengat
Seperti kita ketahui bersama bahwa Bahasa Indonesia asalnya dari Bahasa Melayu. Sedangkan Bahasa Melayu serta kebudayaannya berasal dari Pulau Penyengat yang terletak sekitar 2 km dari kota Tanjungpinang. So, di dalam pulau ini traveler akan menemukan banyak sekali peninggalan Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga serta kerajaan Riau sendiri.

Pulau Penyengat menjadi salah satu tujuan wisata andalan kota Tanjungpinang. Traveler bisa menuju ke pulau ini dengan menyeberang dari Batam selama satu jam maupun pelabuhan Tanjungpinang yang hanya membutuhkan waktu 15 menit penyeberangan. Pulau yang hanya berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter ini telah didaftarkan sebagai calon Situs Warisan Dunia UNESCO.

Selagi mengunjungi Pulau Penyengat luangkan waktu untuk berkunjung dan beribadah di Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini tercatat sebagai salah satu yang tertua di Indonesia sekaligus menjadi saksi bisu sejarah kesultanan Islam di tanah Melayu.

Masjid Raya Sultan Riau telah tercatat sebagai situs cagar budaya pemerintah Indonesia. Masjid yang didominasi warna hijau dan kuning ini memiliki keunikan dalam hal arsitekturnya. Secara fisik memang masjid ini terlihat seperti masjid kebanyakan tapi saat menilik proses pembangunannya didapati bahwa salah satu material penyusun dinding masjid ini berasal dari putih telur tanpa menggunakan semen. Serta pembangunannya sendiri kabarnya memakan waktu hingga 40 tahun.

* don't resist againts new environment, adapt and you will handle it soon

Selasa, 08 November 2016

Bukan Ojek Biasa

Ojek pun pada akhirnya juga harus mengikuti perkembangan zaman. Ikut2an online seperti halnya online shop.

Intinya adalah membuat praktis calon penumpang dalam memesan ojek. Tapi ada beberapa kelebihan dibandingakn ojek konvensional. Begitu pula kekurangannya juga tentunya ada.

Kelebihannya :
1. Praktis. Tinggal download aplikasi, registrasi, tentukan titik penjemputan, destinasi / tujuan dan metode pembayaran (cash / kredit). Done. Semua hanya dengan sentuhan jari dan udah ada petunjuk jelasnya. Tinggal tunggu jemputan datang

2. Titik penjemputan terserah kita. beda daerahpun bisa. Paling ada notifikasi yang menanyakan apakah yakin dengan titik penjemputan tsb. Ini juga bisa digunakan apabila ortu / saudara minta dijemput di titik yang berbeda dengan kita tetap bisa dilakukan. Tinggal contact person ortu /saudara diinformasikan ke driver ojek agar bisa berkomunikasi

3. Tarif nya jelas, tidak perlu cape2 menawar atau dicurangi driver, bahkan sering ada promo /diskon yang tentu sayang dilewatkan. Dan secara umum tarifnya rata2 separuh harga bahkan Lebiih murah dibanding ojek konvensional. Serta ada invoice nya juga.

4. Bisa tracking driver. Posisi dimana, foto dan jenis / plat no kendaraan jelas. jadi kalau macem2 tinggal lapor provider. disediakan juga feedback / rating yang bisa kita isi berdasarkan tingkat kepuasan pelayanan driver tsb. Hal ini yang memicu driver ojek online lebih ramah n care pada penumpang. Semakin tinggi rating, bonus nya srmakin banyak pula.

Sebagai balasannya driver juga bisa kasih rating ke kita. Jadi sebenarnya kita juga ada ratingnya. Semakin rendah berarti driver akan tau penumpang ini mungkin menyebalkan atau gak baik, jadi mereka bebas memilih mau mengangkut atau tidak.

5. Selain anter penumpang, provider ojek online juga memberikan layanan lain, seperti antar barang, pesen makanan, pesen cleaning service, salon, pijet dll. Kayaknya ke depannua semua yang bisa diorder online bakalan di cover ma aplikasi ini. Aji mumpung lah.

6. Gak hanya ojek motor, mobil pun bisa diorder sebagai taksi.lumayan kalo mau nyobain rasanya naek mobil beda2 tipe.

Kekurangannya :
1. Harus punya smartphone dan tau cr menggunakannya.tp kyknya skg ini hmpir semua orang ud pny semua y

2. Jika sinyal g bagus, bisa gondok make aplikasinya. Tergntung operator jaringannya. Apalagi paket internet abis.

3. Dibandingkan dengan ojek biasa, kadang harus menunggu jemputan lebih lama, kecuali di titik penjemputan banyak armada ojek yang mangkal

Di indonesia sendiri sekarang ini ada 3 provider besar ojek online yang berlalu lalang. Terutama di kota besar.

1. Go-Jek / car - Indonesia
2. Grab bike / car - Malaysia
3. Uber motor / car - Amerika

Semua punya kelebihan dan kekurangan masing2. Tergantung selera customer.

Karena banyaknya kelebihan yang ditawarkan, di dunia perojekan akhirnya terjadi crash antar driver konvensional dan online seperti yang pernah kita lihat di tv2. Karena memang pasar ojek konvensional tergerus abis oleh ojek online. Tak bisa dihindari memang.

Jalan tengahnya adalah biasanya ada kesepakatan antara asosiasi / paguyuban ojek2 tersebut mengenai area dimana penumpang boleh dijemput / tidak oleh ojek online. misalnya di stasiun. Di pintu gerbang stasiun bekasi di sepakati ojek online boleh menurunkan penumpang tapi tidak boleh angkut. Bolehnya di radius 50 - 100 meter dari stasiun atau titik yang sudah disepakati bersama.

Tetapi sekarang ini bisa dilihat kalau customer tetap saja lebih memilih jalan 50 - 100 meter lebih dahulu daripada langsung naek ojek konvensionak karena kelebihan tadi.

Yang naek ojek konvensional biasanya tinggal orang tua yang g pake smartphone, penumpang yang kehabisan paket internet, atau sinyal jelek.

* the only thing that never change is the change itself.

Senin, 07 November 2016

Busway is My Way

Itu bukan busway bro...
Itu namannya bus transjakarta atau kalo sekarang namanya transjabodetabek.

Sering orang salah sebut transportasi yang satu ini. Karena dulu salah perkenalan saat pertama kali keluar. Busway itu nama jalur yang digunakan bus tersebut untuk membelah lalu lintas ibu kota. Tapi kayaknya memang lebih populer busway sih ya. Singkat dan lebih terdengar keren.

Selain KRL, wahana ini salah satunya yang menemani waktu pulangku dr kantor selama dinas di jakarta. Karena waktu pulang relatif santai jdi agak molorpun masih ditoleransi lah.

Sebenarnya aku pernah mencoba berangkat dr rumah bkasi kw gatot subroto tapi berakhir dengan jam 9 baru nongol di kantor. Macet broo. Karena walaupun punya jalur sendiri, tetap saja saat di persimpangan atau masuk tol akan berbaur dengan kendaraan lain.

Inilah yang membedakan dengan di negara lain yang mengadopsi fasilitas bus semacam ini. Andaikata benar2 100 % punya jalur sendiri pasti banyak orang beralih ke kendaraan satu ini daripada kendaraan pribadi.

Kesan jorok n kumuh bus2 metromini n kopaja tak akan ditemui pada kendaraan ini. Bersih, nyaman dan dingin.enak lah pokoknya.

Untuk tiket jauh dekat sama saja yaitu 3500 rupiah. Jadi andaikata mau muterin jabodetabek seharian juga teteap 3500. Tapi rasanya mustahil karena jakarya identik dengan macet.

Kita juga diwajibkan menggunakan e-money untuk mengakses fasilitas ini. Beda dengan KRL yang masih memungkinkan untuk beli harian cash dengan tiket harian berjaminan. E-money ni sangat membantu lho karena cukup tap aja di gate pass langsung saldo kepotong otomatis.tak usah repot2 rebutan masuk. E-money ini bisa dipakai di tol, krl, di ritel swalayan, supermaket.l dll.Memang sangat efisien. kalau hampir habis tinggal isi saldo saja ke ATM atau loket.Mudah.

Seenak-enaknya bus, kalo ga dpt tempat duduk ya tetep aja pegel.untuk menopang badan disediakanlah handle gantung buat penumpang yang berdiri. Mirip seperti di KRL.

Mirip seperti KRL juga, kelakuan pwnumpang nya beda2 tipis. Tapi untuk bis ini lebih teratur.petugasnya lebih disiplin. Batas antara penumpang wanita dan pria pun jelas, ada batasnya.penumpang wanitaa di barisan depan, pria di belakang. Bahkan ada bus yang khusus buat wanita.biasanya catn luarnya berwarna pink.sedngkan yang biasa berwarna biru muda.

Waktu tempuh yang diperlukan dari kantor gatot subroto ke bekasi barat / timur rata2 90 menit. Paling cepat pernah 60 menit, tapi kesempatannya 1 : 100, kecuali cabut sebelum jam pulang kantor (jam 4 sore). Pernah juga sampe nyaris 3 jam saat kondisi macet berat. Bayangkan saja dari kantor di gatsu sampai dengan pancoran biasa 90 menitan sendiri saking macetnya.


Sabtu, 05 November 2016

Balada Pejuang KRL Jabodetabek ( episode 2 )

Saat kereta lajur neraka itu datang, sudah berjejer jamaah calon penumpang di pinggir peron. Awalnya masih tenang dan teratur. Tetapi beberapa detik kemudian akan bergejolak saat melihat isi gerbong kereta yang datang ternyata sudah penuh penumpang dari stasiun2 sebelumnya. Secara kereta ini berangkat dari Bogor / Nambo dan melewati belasan stasiun sebelum sampai ke Manggarai.

Begitu kereta itu berhenti dan pintu terbuka, saat itu pulalah hukum rimba manusia perkotaan muncul.
Umumnya kita harus menunggu penumpang yang turun terlebih dahulu.itulah detik2 yang menegangkan. Calon penumpang yang ingin naek hanya punya satu pikirian, gimana caranya agar masuk. Apapaun posisinya.
Ada beberapa kejadian dimana penumpang yang turun jadinya tak bisa turun karena diberondong oleh penumpang masuk. Ada juga yang nekat untuk diving seperti vokalis band yang melompat ke kerumunan penonton, berharap ditangkap oleh penonton.disini tentu saja itu akan jadi masalah.

"Dorong...dorong terus.."
Terdengar suara komando panglima perang.tak ada yang mau mengalah. Resiko pinggang encok, pantat kejepit pintu, bahu sendi geser dll sudah menjadi resiko para pejuang KRL itu sehari hari.jihad dalam artian lain.😁

Trik terbaik agar tetap bisa masuk walaupun dalam posisi ala kadarnya adalah pastikan menunggu di posisi tunggu peron yang tepat dan tepat di tempat pintu itu terbuka dan antrian paling depan. Dengan begitu, dengan hanya mengikuti sedikit dorongan dari belakang, kita akan biaa tetap masuk, tinggal kita mengatur posisi dan barang bawaan kita saja (itu juga kalau bisa).

jika tidak yakin dengan gerbong terdepan, ambil di gerbong tengah atau belakang.untuk meminimalisir resiko.ini lagi2 perlu skill dan daya tahan tubuh yang cukup.tetap sabar, jangan emosi dan jangan cepat puas diri. Karena ada suatu kejadian, semua trik tadi sudah dilakukan tetap saja tak bisa masuk. Yaitu saat si penumpang ini sudah akan naik, terdorong oleh penumpang yang turun, dan tersundul oleh penumpang brutal dari kanan kirinya, sehingga dia terpental ke belakang. Itu apes. Kembali semuanya tergantung timing dan ridho Allah swt.

Terkadang yang mengesalkan adalah penumpang yang Sengaja bertahan pintu gerbong. Dia akan mempertahankan dirinya di posisi itu apapun kondisinya.jadi terkesan gerbong tersebut telah penuh. padahal mungkin masih ada space yang cukup di dalam.tetapi memang tak bisa disalahkan. Dia (termasuk aku juga) bisa dibilang berpikiran jauh ke depan. Yaitu kita lebih berupaya mengmankan posisi terdepan saat nanti turun dr gerbong.

Terkait dengan itu juga makanya untuk kereta dengan tujuan jarak dekat, ada beberapa orang yang milih tidak duduk. Padahal duduk di KRL adalah kenikmatan luar biasa. Tapi lebih nikmat keluar duluan.

Orang yang dapat tempat duduk biasanya orang yang berangkat di stasiun paling awal. Tetapi ada aturan tertulis dan lebih kepada kesadaran pribadi yaitu untuk memberikan kursi pada manula, ibu hamil, ibu membawa anak dan para disabilitas. Kalo kelihatan pura2 tidur (walaupun mungkin ngantuk beneran) pasti ntar ada yang negur ntar malah malu sendiri. Jadi kalo kamu masih muda dan gak lagi sakit ya sebaiknya banyak2in senam kaki biar kuat berdiri lama

Perjalanan dari manggarai ke arah stasiun tujuanku dan sebagian besar penumpang lain yaitu Sudirman sebenarnya cuma sekitar 7 menit dalam kondisi kecepatan normal. Tapi 7 menit itu adalah 7 menit yang sangat menyiksa. Dan disaat itu kamu akan merasa bahwa ibu tiri di sinetron ternyata lebih mendingan daripada ibu kota.

Total durasi perjalanan dari Bekasi ke Sudirman rata2 adalah 1 jam. Rekorku adalah 45 menit. Pernah juga 2 jam. Semua tergantung ridho illahi.

Beberapa Tips tambahan di dalam krl :

1. Jangan pakai sepatu yang tipis apalagi sandal, kalau perlu pakai sepatu safety. Karena penumpang krl itu tidak bisa membedakan apakah yang dia injak itu masih lantai gerbong atau kakimu dalam kondisi berdesakan seperti itu.trust me it works. Kamu gak mau kan dapat oleh2 jari kaki remuk nantinya?

2. Pakailah masker wajah, selain untuk mengindari menularnya virus flu / batuk, bagi penumpang krl fungsi masker ini adalah mempertahankan kewibawaan saat kita tak sengaja tertidur di kereta.ini umumnya berlaku buat penumpang yang dpt tempat duduk karena berangkat sebelum subuh dari Bogor / Nambo. Saat tertidur dalam kondisi sangat lelah, terkadang secara otomatis kepala mendongak ke atas dan rahang bawah bergerak independen turun ke bawah, kemudian butiran-butiran air mulai keluar dari ujung bibir tanpa bisa dicegah. Tua muda, cakep, jelek sama saja. Disinilah fungsi dari masker sebagai penjaga kewibawaan kita

3. Bwalah buku bacaan alih-alih menggunakan hp untuk mengisi waktu perjalanan dalam krl, atau jika memang selalu gatal untuk otak atik hp, pakelah headshet / earphone untuk mencegah hp dicopet. Tetapi tetap awasilah selalu barang bawaan kita setiap saat, karena teknologi selalu berkembang begitu pula modus kejahatan.

4. Persiapkan stamina dan pastikan perutmu sudah lega minimal untuk 2 jam ke depan. Kalau tidak, jangan salahkan kalau 1 menit di kereta dengan perut mules atau kebelet bisa berasa penderitaannya seumur hidup. Bau atau suara yang "berbeda" akan sangat kontras di dalam gerbong kereta, karena walaupun penuh, sebagian besar dari mereka tidak kenal satu sama lain sehingga hanya diam, hening dan sensitif terhadap perubahan suasana.

5. Biarkan saja penumpang lain yang sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang pura2 jadi pemain gitar / drum saat mendengar lagu dr headset, ada yang nonton serial tv di gadget, atau yang bergosip dan tertawa dengan kelompoknya sendiri. Cukup dengarkan saja dan amati. Jika beruntung kamu bisa menonton film gratis dan mendengar gosip2 terbaru 😂

6. Utamakan keselamatan, masuk dan keluar gerbong dalam kondisi penuh sama saja resikonya. Ingat juga ada celah antara gerbong dengan peron, jangan sampai terjatuh. Lihat kanan kiri saat menyebrang jalur di stasiun transit

7. Kesabaran sangat sangat diperlukan sebagai commuter sejati. Apalagi KRL adalah tipe kereta dengan jalur yang sama dengan kereta jarak jauh antar kota, dan dia termasuk anak tiri karena kereta jarak jauh itu yang harus diutamakan untuk lewat terlebih dahulu. Selain itu masalah kabel terbakar, kereta anjlok dll, bisa menjadi masalah serius bagi para commuter yang harus masuk pagi. Ocehan dan gerutuan sudah jadi problem sehari-hari...sabarrrr...sampai pantatnya lebarrrr 😤

8. Banyak berdoa dan berdzikir, lakukan kegiatan yang bermanfaat seperti menghafal juz amma atau membaca. Minta perlindungan kepada Allah dan mohom gar dimudahkan rejekinya dan bermanfaat untuk semua.

* Something Good is always come after Bad one and vice versa. it's just balance of life

Jumat, 04 November 2016

Balada Pejuang KRL Jabodetabek ( episode 1 )



Commuter Line, atau bagi orang jakarta biasa disebut KRL (Kereta Rel Listrik) adalah salah satu wahana utamaku pulang pergi dari bekasi ke kantor di gatot subroto. Wahana satu ini menawarkan keanekaragaman hal selama perjalannya.suka dan duka.apalagi bagiku yang ternyata harus cukup lama dinas di ibu kota.


Komuter (berasal dari bahasa Inggris Commuter; dalam bahasa Indonesia juga disebut penglaju atau penglajo) adalah seseorang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari, biasanya dari tempat tinggal yang cukup jauh dari tempat bekerjanya.


Kelebihan KRL ini dibanding wahana yang lain macam busway / transjabodetabek, metromini, mikrolet, ojek ataupun mobil / motor pribadi adalah murah dan memiliki jalur sendiri. Jadi paling cepat dibanding yang lain untuk sementara ini.aku masih berharap ada transportasi udara yang murah dan meriah macam helikopter gt hehe.
Tapi setelah mengamati dan mengalami sendiri bagaimana menjadi penumpang.wuihh...luar biasa.
Luar biasa dalam artian positif yaitu murah dan cepat, sekaligus luar biasa parah.semua terlihat alami menyatu di tiap gerbongnya.

"Murah Njaluk Slamet" 

Itu kesan pertamaku saat melihat ratusan bahkan ribuan penumpang yang berebut dan tumpang tindih dalam gerbongnya. Sebenarnya ya walaupun murah tetap harus selamat kan sampai tujuan. Hiperbolis si tapi hampir nyata.
Di dalam gerbong wahana tersebut, kamu akan merasakan nikmatnya dijepit oleh para makhluk yang entah mereka sadar atao gak kalo yang mereka sikut, sundul n ketekin itu juga sama2 manusia.
Tapi uniknya kamu gak akan protes atau maki-maki.cuma diam, meringis kecut, dan tersenyum saat mendengar rintihan
"mak...pinggangku keplintir ni" dr ujung gerbong, atau decitan lirih manusia2 setinggi bahu yang hanya bisa mendongak ke atas dan megap2 hanya sekedar tetap bisa bernafas.
"keras bro hidup di ibu kota..."
Terkadang kita juga bisa terpancing untuk memainkan peran sebagai "pelaku" daripada terus menjadi "korban".
Ekspresikan diri dengan mengangkat tangan setinggi mungkin dengan alibi untuk mencari pegangan. Lalu posisikan bagian dalam bahu alias ketek ke muka orang lain. Gak akan ada yang marah. Suer. Sekali-kali tambah penderitaan mereka dengan memanjangakan bulu ketek, atau gak usah pakai deodoran.lalu liat ekspresinya.
Atau coba angkat 2 tangan ke atas berpegangan pada handle dengan posisi siku ke arah luar. Kamu akan merasakan sensasi noyor belakang kepala orang pake siku tanpa merasa bersalah.cukup ikuti saja goyangan kereta dengan natural. 
Ngomong-ngomong masalah goyangan kereta itu juga sensasi sendiri. keretamu bisa jadi dikomandoi oleh masinis yang sabar dan profesional. Atau kalo lagi beruntung dapat masinis yang lagi sensi atau latah (kagetan).

Hal itu akan berasa saat kita berada dalam kereta. Masinis yang baik, start stop kereta begitu smooth. Berbeda saat masinis yang mungkin sedang sensi (mungkin sedang sakit perut ato lagi ada masalah di rumah) jadi drivernya. Ampunn...kamu akan merasakan kebesaran Allah saat merasa dirimu tak berdaya terombang ambing di tengah himpitan ratusan penumpang dalam gerbong dan hanya bisa berdzikir istighfar dalam hati.
Kalau boleh saran, sebenarnya kita tak perlu untuk memaksakan diri melawan gelombang itu, ikuti saja, akan lebih meminimalisir rasa sesak saat tulang rusukmu digencet bapak2 setengah baya, atau ibu2 dengan pipi tambun maksimal. Kalo beruntung bahkan akan ada perut2 gendut di kanan sekelilingmu yang ikhlas jadi bantalan.

Dalam kondisi yang serba tergencet itu sebaiknya berhati2 dan tetap waspada. Karena kejahatan itu bukan hanya terjadi karena niat dari pelakunya, tapi juga karena ada nya kesempatan.
Terlebih dalam kondisi dimana untuk sekedar nengok kanan kiri dan ngupil saja gak bisa.
Waktu paling rawan berdasarkan pengalamanku adalah saat kita sudah terlanjur sumringah melihat pintu kebebasan alias pintu gerbong terbuka di tempat tujuan kita.di saat itulah saat paling lengah kita.

Saat itu bisa diandaikan seperti halnya saat kita kebelet kencing / BAB setengah mati sepanjang perjalanan akhirnya menemukan toilet kosong. kita jadi lupa diri. andaikan ada orang lain yang mules juga melihat toilet yang cuma satu2nya itu.bisa tebak apa yang terjadi?sikut dan bogem kalo perlu. kita jadi lupa hal lain nya. Just Hit n Run...

Copet sejati melihat kesempatan itu...sssttt..sekelebat kedipan mata, raib sudah onderdil kita, eh harta kita. Handphoneku-lah korbannya.heleh baru 6 bulan cuy... Ikhlas..ikhlas...ikhlas..
Hit n run juga berlaku saat kita berebutan masuk ke gerbong kereta idaman. Tua, muda, pria, wanita, setengah pria/wanita hampir tak bisa dibedakan mana yang abis fitness / latihan panco. Sama kuat dan kejinya...haha ekstrem banget yak. Silahkan dibuktikan sendiri. Bahkan untuk ibu-ibu, mbak-mbak dan tante-tante, saya pribadi menyarankan sebaiknya masuk saja ke gerbong biasa, aliasa bukan khusus wanita, karena kereta khusus wanita memang posisinya sangat strategis yaitu di paling depan dan paling belakang dan ramai peminat.dan di gerbong itulah hukum rimba lebih berlaku buat wanita.kalao di gerbong biasa, para pria lebih segan dan lebih bersifat mengalah terhadap wanita, tapi tetep ganas ke sesamanya.

Kereta idaman adalah kereta most wanted dengan tujuan ke daerah bisnis-bisnis dimana hampir 90% pekerja jakarta mengais rejeki disana. Pada kasus ini kereta itu adalah kereta jurusan Sudirman - Karet - Tanah Abang - Duri - Kampung Brandan.
Kereta ini berangkat dari Bogor atau Nambo. Bagiku yang berangkat dari Bekasi yang nun jauh disana, harus pindah / transit ke kereta tersebut di stasiun manggarai. Dan kereta itu ada di jalur 5, atau biasa aku bilang "Jalur Neraka".

Sebenarnya ada jalur 7 dengan tujuan yang sama dan lebih sepi. Kereta ini berfungsi sebagai kereta sapu jagad apabila jalur 5 overload. Cuman frekuensi kedatangannya 1 : 3 kali dari jalur 5. Umumnya pasti terlambat ke kantor jika pakai jalur 7 ini. Jadi jalur favorit tetap disandang kereta jalur 5.
Tetapi, sebagai commuter berpengalaman, keep the surprise until the last second, dengarkn baik2 dan cermati pengumuman dari announcer. Terkadang karena suatu sebab, jalur kereta dirubah, atau demi mengurai overloada penumpang, announcer sengaja mengumumkan kereta "A" akan berangkat, padahal beberapa detik kemudian ternyata kereta "B" yang lebih dahulu berangkat. bahkan kadang tidak diumumkan yang mana yang lebih dulu berangkat. Masalahnya, ada jarak antar satu jalur dengan jalur yang lain dan tidak semudah itu kita melintas karena ada kereta2 lain yang juga berlalu lalang.
Cermati polanya tiap hari.itu perlu skill .

Lanjut bagian 2


Senin, 29 Februari 2016

29 Februari 2015

Jika marah padaku, marahlah hanya pada perkara kekuranganku
Jika marah padaku, jangan pernah terpikir berpaling hati lain
Jika marah padaku, tetaplah genggam dan peluk tubuhku, meski mungkin panas dan terbakar kau rasa

Jika marah padaku, jangan terpikir untuk pergi dan menjauh
Jika marah padaku, jangan terpikir berpisah adalah cara tepat untuk meredam emosi
Jika marah padaku, karena aku lah sebabnya maka berada didekatku adalah obatnya..

Jika marah padaku,setelah nya ridho lah terhadap kekurangan ku
Sebagaimana kau ridho terhadap kelebihan ku

Jika marah padaku, kuatkan genggaman tangan, jangan sampai terlepas..
Jika terlepas maka terberailah kita

-tmd, 29 Feb 2015-

........

Kita bilang rasa ini Cinta,
Tapi kita terkadang saling membenci
Kita terkadang saling mengumpat dalam hati
Kita terkadang jenuh, bosan dan lelah selalu berjumpa

Kita bilang semua terjadi atas nama Cinta,
Tapi kita terkadang mengharap balas budi,
Kita terkadang sulit ikhlas hati
Kita terkadang menuhankan pengorbanan pengorbanan yg telah dilakukan

Lalu sebenarnya apa itu Cinta?
Kapan dia benar benar hadir?
Apakah sudah terhadap kita yang bertahun tahun hidup bersama?
Ataukah ego kita yang memaksa seolah olah perasaan ini Cinta..

Untukmu Cinta yang terlalu di cinta

-tmd, 29 Feb 2015-