Kamis, 03 Agustus 2017

Anakku Tersayang

Anakku tersayang,
Semoga sinar mentari pagi ini memberikan kehangatannya untukmu untuk memulai hari dengan penuh semangat.

Ingin rasanya papi memelukmu, menggantikan sinar mentari pagi ini, memberimu dekapan hangat, mencium kening dan menyemangatimu bahkan mengantarkanmu ke sekolah tempatmu mereguk ilmu setiap hari.

Ingin papi setiap pagi memberikanmu nasihat, petuah singkat yang mungkin bisa memberikanmu pegangan hidup atau mungkin hanya sekedar membekas di ingatanmu.

Andai malam sudah tiba, istirahatlah berselimut bintang. Tapi sebelumnya penuhi hatimu selalu dengan istighfar, tasbih, tahmid dan takbir dalam setiap sujudmu. Agar aman damai dan tenang hidupmu.

Mungkin terkadang papi agak keras kepadamu
Papi minta maaf, bukan bermaksud untuk menyakitimu.
Papi hanya ingin melindungimu dari hal-hal yang belum kamu mengerti. Papi tak mau kamu menjadi manja yang nantinya akan kamu sesali di kemudian hari.

Kamu harus tahu arti dari kemandirian, walau sekarang ini terlalu dini buatmu. Tapi papi yakin itu akan baik buatmu, mungkin bukan sekarang kamu rasakan.

Ketahuilah Papi, mami dan abang akan selalu ada untukmu, walau kita jauh, insya allah akan selalu dekat di hati.

Raihlah cita2mu setinggi mungkin, jadilah anak yang sholehah, bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi teman2 dan lingkungan sekitarmu.

Semoga Allah selalu menjagamu dan membimbingmu. Cinta dan sayang papi selalu untukmu.

Senin, 24 Juli 2017

Surat cinta buat yang terkasih

Kita memang beda
Dari awal kita sudah tahu itu, lalu mengapa kita tetap bersama?

Kita dua insan yang berbeda, kamu makhluk hati dan aku makhluk logika. Berusaha menyatukan langkah walau seringnya tak seirama.
Lalu mengapa kita tetap bersama?

Pernahkah lelah terbesit saat bersanding di sampingku sayang?
Apakah ada rasa enggan hatimu memeluk hatiku, disaat pikiran dan lisan kita terkadang tak sejalan?

Apakah pernah lemah genggaman jariku di sela2 jemarimu sayang?
Apakah bahuku tak sanggup lagi menopang kerasnya duniamu?
Apakah badan tak cukup kuat untuk mendekapmu dari terjangan badai kehidupanmu?

Kadang kita sama2 jadi makhluk konyol yang lebih keras daripada batu.
Begitu bodoh hanya karena makhluk hina bernama ego.
Yang takkan jinak meski akhir masa

Tak terasa detik berlalu
Berganti hari dan juga tahun
Mengarungi hidup beriring bersama
Ternyata kita bisa
Meski kita yakin kita tetap berbeda
Jadi mengapa kita bersama sayang?

Emosimu saat segala sesuatu tak seperti yang kamu harapkan, seimbang dengan perhatianmu untuk memperbaikinya
Kemanjaanmu sebagai istri seimbang pula dengan kedewasaanmu sebagai ibu bagi anak-anak kita

Aku yang dewasa dengan berjalan bersamamu
Belajar memahami arti menjadi suami
Menjadi ayah dan imam di keluarga ini
Belajar bahwa perbedaan  kita tak selalu berarti harus dibuat sama
Perbedaan hanya perlu dimengerti, dipahami serta dicintai sepenuh hati

Perbedaan takkan memecah kita
Perbedaan takkan menghancurkan kita
Perbedanlah yang menyatukan kita
Melengkapi kekurangan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik

Kamulah bidadariku, bidadari buat anak2 kita.
Jantung keluarga kecil ini, yang takkan hidup jika kamu tak ada.

Suamimu, yang selalu belajar untuk terus mencintaimu lebih dan lebih...

Rabu, 04 Januari 2017

Bekasi, My Second Hometown

Tak pernah sebelumnya di pikiranku akan pernah tinggal di kota ini. Saudarapun tak ada yang tinggal disini. Hanya karena mami besar dari sini lah akhirnya aku mengenal kota ini sejak tahun 2010.

Sementara ini aku belum punya rumah di kota ini. Tapi kalau ngontrak atau tinggal di rumah mertua ya pernah dan cukup sering.

Untuk sejarah dan kondisi kota ini aku gak akan berbicara terlalu banyak. Selain karena bukan asli orang sini, info lengkap bisa dilihat di sini : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Bekasi.

Kalau untuk daerah wisatanya bisa di cek disini : https://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-bekasi-jawa-barat/. Jujur belum satupun daerah wisata itu sempat aku sambangi, selain karena kesibukan, tempatnya lumayan jauh dari tempat tinggal mertua di daerah wisma jaya bekasi timur.

Selain itu kondisi jalanan yang lekat dengan kemacetan setiap saat seringnya membuat malas aku dan keluarga untuk bepergian kalau hanya sekedar di lingkup wilayah bekasi saja. Nanggung, tidak sesuai antara effort dan budget yang dikeluarkan dengan hasil nya.

Kalau untuk refreshing di dalam kota ini kebanyakan hiburannya adalah di mal (shopping, kuliner, karaoke, bioskop). Selain itu ada pasar malam, alun2. Ada juga car free day di hari minggu. Tapi kebanyakan orang tetap prefer untuk shopping, sekedar eye shopping, nonton bioskop, atau bahkan hanya sekedar untuk nongkrong saja.

Lebih menjurus ke gaya hidup konsumtif sebenarnya kota ini. Hal ini disebabkan sebagian besar penduduk kota ini adalah pendatang yang bekerja di ibu kota. Yang memang sebagian besar waktunya habis bekerja di Jakarta dan sekitarnya. Begitu mereka gajian / punya uang, cara menikmatinya dengan cepat dan mudah ya belanja.

Aku sendiri sebenarnya agak kurang bisa menikmati hidup di kota ini. Waktu seakan berjalan terlalu cepat, orang2 sepertinya kurang juga bisa menikmati hidup disini. Waktu seakan habis di jalan karena kemacetan yang tak kunjung usai. Tua di jalan.

Coba rasakan saja, tiap pagi buta orang dari sekitaran jabodetabek termasuk bekasi ini berbondong2 menuju jakarta dengan berbagai access dan jenis transportasi. Motor (pribadi / ojek), mobil (pribadi, taxi, omprengan), bus (metromini, busway) angkot, bajaj dll tumplek blek di jalanan ibukota. Itu berangkatnya, belum pas sore hari pulangnya. Tambah parah.

Alternatif lain adalah dengan kereta commuter. Cukup menolong mengurangi waktu tempuh, tapi umpel2an gak jelas di dalam satu gerbong. Perlu fisik, mental dan kesabaran yang extra.

Kemacetan yang parah itulah yang mungkin menjadi alasan mengapa beberapa saat yang lalu bekasi menjadi viral di internet dikarenakan ada beberapa meme yang dibuat netizen yang mengatakan kalau mau ke bekasi itu harus muterin bulan dulu, atau jauhnya melebihi jarak bumi ke bulan dll.

Saking mungkin keselnya orang2 karena kota bekasi yang kalo dilihat di peta itu harusnya bisa ditempuh dalam waktu sejam saja naek motor / mobil. Bisa saja, karena aku sendiri pernah coba. Naek motor dari bekasi ke blok M itu cuma perlu waktu 1 jam. Jam 12 malam.😂. Gas pol tanpa rem. Kalau jam2 biasa apalagi jam sibuk. Coba aja, bisa 2 - 4 jam. Tergantung kondisi traffic jalanan.

Berangkat kerja dari bekasi itu harus siap gak lihat matahari di rumah. Berangkat setelah subuh masih gelap, pulang sore nyampe rumah bekasi udah bada isya. Setiap hari. Udah kaya robot.

Kembali lagi masalah kota Bekasi. Kota ini memang dari hari ke hari perkembangannya luar biasa, pembangunan di sana sini. Di satu sisi baik untuk perkembangan kota, di sisi lain menambah sumpeknya kota ini, mungkin akibat penataan kota yang kurang pas. Serta semakin membeludaknya pendatang dari daerah.

Masalah kuliner dan tempat wisata sejauh ini juga tidak ada yang benar2 khas kota ini. Hanya satu yang pernah aku dengar yaitu sayur ikan gabus atau sayur pucung. Jenis sayur ini nampaknya hanya terdapat di Bekasi saja. Seperti diketahui Bekasi tempo dulu terdiri dari rawa-rawa yang didalamnya terdapat ikan gabus. Sayur ikan gabus biasanya dimasak dengan menambahkan campuran pucung atau kluwek yang berwarna hitam dan memiliki aroma serta rasa yang khas.

Tak banyak lagi yang bisa aku ceritakan dari kota ini. Mungkin nanti mami yang lebih bisa bercerita secara besar dari kecil di kota ini. Tetapi terlepas dari segala kekurangannya, bekasi tetap menjadi rumah keduaku. Dimana kota ini juga menjadi saksi aku berjuang mencari nafkah dan di kota ini juga aku mengikatkan hati pada seorang wanita yang kini jadi istriku serta semua anggota keluarganya yang sekarang menjadi keluargaku juga.

"Maybe you can't choose where you'll live in, but you can choose what man you''ll be"