Senin, 05 Desember 2011

Just A Moment ....

Kemarin aku seneng sekali, karena keluargaku datang untuk menjenguk ke asrama. Ibu, Eyangti, Mbak Desy, & mas Yadi yang datang, harusnya Mas Sakti juga, cuma karena ada tugas kantor, terpaksa harus stay di Kediri.

Berangkat Pukul 7 Pagi dari Madiun, dan hanya butuh 2 jam berikutnya untuk sampai ke asramaku di Cepu. Ternyata gak lama juga, mungkin karena pakai mobil carteran jadi langsung on the target gak berhenti-berhenti di jalan. Seandainya bisa pergi ke luar kota aku juga pingin pulang ke rumah di Madiun. Sudah sekitar 6 Bulan yang lalu sebelum wedding, aku dan Mi ke Madiun. Sudah kangen dengan suasana rumah itu.

Di asrama ngobrol banyak hal, yang pasti cerita tentang kondisi sekarang, update informasi seputar keluarga dan acara-acara yang terkait keluarga. Juga bahas rencana kegiatanku di pelatihan ini seperti apa ke depannya. Kemudian di selingi makan siang, walaupun makannya sendiri-sendiri, karena aku harus ikut makan bareng anak-anak di ruang makan.Untung eyangti inisiatif untuk bawa bekal sendiri dari rumah, jadi gak repot untuk cari makan. Menunya ayam goreng, sambal, dan sayur kol + ampela. Gak sempet nyicipin juga karena udah kenyang makan makanan asrama.

Tak terasa waktu menunjukkan jam 2 siang, dan cuaca mulai mendung, akhirnya ibu dan rombongan mulai berbenah untuk pulang. Sebelum pulang, aku sempat tunjukkan foto-foto pernikahanku yang belum sempat naik cetak lewat notebook progress untuk cetak fotonya>. Akhirnya mau gak mau harus juga melepas kepulangan mereka. Walaupun masih ada rasa sesak di dada karena waktu yang kurang untuk melepas kangen. Rasanya sama dengan saat aku melepas kepulangan Mi setelah menjengukku di Cepu beberapa minggu yang lalu. Rasanya hanya sebentar saja pertemuan itu lalu harus berpisah lagi untuk waktu yang sangat lama.

Takkkan pernah ada rasa cukup untuk mengisi kekosongan rindu sini jika berpisah dengan orang-orang yang aku cintai. Selalu ingin bersama mereka, terlebih dengan Ibu ataupun Mi. Even aku berjuang di sinipun, tak lain dan tak bukan adalah untuk mereka semua, selain juga tuk aku sendiri. Jadi rasanya aneh saat melihat atau mendengar orang suskes karena bekerja keras dan banyak rejeki, prestasi dimana-mana, tapi mereka melupakan waktu yang berharga untuk orang-orang yang mereka cintai. That is useless, guys, I guarantee it. Akupun terkadang juga tak lepas dari hal itu, sudah pula kena batunya, dan aku bertekad takkan mau mengalaminya lagi. Cukup ingat apa yang kamu perjuangkan dan untuk apa/siapa perjuanganmu itu. Itu saja yang perlu diingat saat sudah mulai lupa nanti.

*) Just need a moment of fool to make you regret forever, remember what are you fighting for

Pi

Jumat, 02 Desember 2011

When Others Rely On You



Aku belajar sesuatu yang baik lagi dari Mi,

Ceritanya begini,

Beberapa hari yang lalu Mi cerita lewat telepon. Berhubung hanya itu satu-satunya media komunikasi yang paling efektif untuk kondisi kita yang berjauhan selama hampir 4 bulan ini. Mendengarkan ceritanya mengenai kegiatannya di tempat nun jauh disana menjadi sesuatu yang sangat menghibur walaupun tentunya tdak cukup kalau belum bertemu langsung. Miss you beiby.

Pada awalnya Mi lagi kesel karena merasa dikerjain dan tidak dianggap oleh orang kantor atas usahanya sebagai panitia di suatu kegiatan di kantor. Sebenarnya kalau gak ada pemicu yang Mi gk akan bete & kesel sih.

Pemicunya adalah anggota di luar kepanitian yaitu member LEN* A**, yaitu yang pekerjaannya adalah mendokumentasikan kegiatan, mengajukan proposal budget yang nilainya cukup besar langsung disetujui oleh kantor, padahal menurutnya, itu gak fair karena mereka kerjaannya gak terlalu berat dan hasilnya tidak terlihat. Sedangkan Mi yang sebagai panitia dan organizer utama sekaligus MC, yang pekerjaannya jauh lebih ruwet dan berat tidak pernah diberi imbalan ( dalam hal ini uang ) yang pantas. Bahkan sering kali harus ‘nombok” untuk menambal keperluan kepanitian, seperti make up dan kostum sebagai MC. Inilah yang menjadi pemicu kenapa Mi kesal dan Bete, yang tentu saja sebagai suami yang insya Allah baik dan selalu berusaha menjadi lebih baik, wajib menjadi pendengar yang baik pula.

Sebenarnya kalau mau dipikirkan lebih dalam, Mi memiliki beberapa bargain point (nilai tawar / jual) yang bisa dimanfaatkan dalam kondisi seperti ini ( analisis mode : ON ) :

a. Mi memiliki kemampuan sebagai organizer acara dan sejauh yang aku rasakan kerja bareng di kepanitian di kantor lama ( acara Dai Cash – nostalgia masa masa awal perkenalan : ) ) mampu memanage semua anggota kepanitiaan dengan baik

b. Mau dan mampu mendengar saran dan memberikan feedback ( walaupun kadang kukuh n menjurus ke ‘ngeyel’ juga dengan pendirian pribadi hehehe, tapi masih acceptable lah) serta mampu untuk didengarkan orang lain dengan baik,

c. Mi bertipikal administratif woman yang cermat ( bendahara yang baik dalam kantor maupun rumah tangga : ) ).

d. Good Planner and Executioner (kurva Rencana dan actual memiliki prosentase deviasi/ penyimpangan yang kecil).

e. Pembicara / orator yang baik (oleh karenanya mampu menjadi MC yang baik pula).

f. Resourceful

Dari hal-hal diatas, menyebabkan Mi menjadi seseorang yang dibutuhkan, dalam kasus ini adalah dalam kepanitiaan. Orang-orang sangat rely on her. Nah ini yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Menurutku ada kalanya kita bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih apa-apa. Tapi jika sudah terkait dengan ke profesionalisme-an, hal ini akan sedikit berbeda. Begitu yang kudapat dari kuliah NLP ( Neuro Linguistic Program ) saat pendidikan calon pegawai beberapa bulan yang lalu. Di situ dijelaskan perbedaan antara profesional dan amatir. Profesional menekankan kata dasarany yaitu ‘profesi’ yang mementingkan adanya ‘nilai’ / ’bayaran’. Beda dengan amatir yang sejauh aku tangkap adalah menekankan kepada hobi dan tidak mementingkan adanya ‘nilai’ / ’bayaran’ itu tadi. Walaupun apa yang dilakukana profesional dan amatir sama kualitas dan kuantitasnya.

Bukan bermaksud atau pamrih atau bagaimana, dalam sisi ke-profesionalisme-an, yang aku tangkap adalah YOU GOT WHAT YOU‘VE PAID. Ada nilai yang harus yang dibayarkan seseorang jika ingin mendapatkan sesuatu senilai apa yang yang dibayarkan itu. Atau dengan kata lain seseorang berhak mendapatkan ‘bayarannya’ sesuai dengan apa yang yang telah diusahakannya, jika mendapat lebih itu adalah bonus. Tapi jika kurang itu malah jadi kurangnya penghargaan bagi diri sendiri. Itu yang harus diperjuangkan. Dalam kasus ini adalah dalam konteks non ibadah ( kalau ibadah jelas jangan pamrih).

Yang menarik adalah saat orang lain sangat bergantung pada kita, kita memiliki ‘kontrol’ akan dia ( tentunya dalam hal yang positif ), kita bisa memaksa orang lain untuk memenuhi persyaratan kita selama dia masih sangat bergantung dengan kita. Dan itu wajar dalam suatu lingkungan dan mereka sering kali ikhlas untuk melakukan itu karena mereka ‘butuh’. Itu yang bisa dimanfaatkan. Bahkan bawahan bisa memiliki ‘kontrol’ terhadap atasan bila dia memiliki kelebihan dalam suatu hal atasannya sangat percaya dan rely on kepadanya. Jika suatu saat dia tidak ada, bisa dipastikan atasannya itu akan kebakaran jenggot.

Dalam kasus Mi di atas, bisa jadi ke depannya bisa memanfaatkan hal tersebut agar bargain point yang dimiliki tidak sia-sia.

Satu lagi hal positif inspired by Mi.


*) Dependence, is like a drugs, make an addiction and control of others. Be good on it.

Pi

Kamis, 01 Desember 2011

when you say nothing at all

"When You Say Nothing At All"

< Ronan Keating>

It's amazing
How you can speak
Right to my heart
Without saying a word,
You can light up the dark
Try as I may
I could never explain
What I hear when
You don't say a thing

[CHORUS:]
The smile on your face
Lets me know
That you need me
There's a truth
In your eyes
Saying you'll never leave me
The touch of your hand says
You'll catch me
Whenever I fall
You say it best
When you say
Nothing at all

All day long
I can hear people
Talking out loud
But when you hold me near
You drown out the crowd
(The crowd)
Try as they may
They could never define
What's been said
Between your
Heart and mine

[Repeat chorus twice]

(You say it best
When you say
Nothing at all
You say it best
When you say
Nothing at all)

The smile on your face
The truth in your eyes
The touch of your hand
Let's me know
That you need me

[Repeat chorus]

(You say it best
When you say
Nothing at all
You say it best
When you say
Nothing at all)

The smile on your face
The truth in your eyes
The touch of your hand
Let's me know
That you need me

(You say it best
When you say
Nothing at all
You say it best
When you say
Nothing at all)

Nice songs and lyrics, special for Mi...today and forever...

love you my dear wife.....

Pi