Tampilkan postingan dengan label husband's note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label husband's note. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2016

Bukan Ojek Biasa

Ojek pun pada akhirnya juga harus mengikuti perkembangan zaman. Ikut2an online seperti halnya online shop.

Intinya adalah membuat praktis calon penumpang dalam memesan ojek. Tapi ada beberapa kelebihan dibandingakn ojek konvensional. Begitu pula kekurangannya juga tentunya ada.

Kelebihannya :
1. Praktis. Tinggal download aplikasi, registrasi, tentukan titik penjemputan, destinasi / tujuan dan metode pembayaran (cash / kredit). Done. Semua hanya dengan sentuhan jari dan udah ada petunjuk jelasnya. Tinggal tunggu jemputan datang

2. Titik penjemputan terserah kita. beda daerahpun bisa. Paling ada notifikasi yang menanyakan apakah yakin dengan titik penjemputan tsb. Ini juga bisa digunakan apabila ortu / saudara minta dijemput di titik yang berbeda dengan kita tetap bisa dilakukan. Tinggal contact person ortu /saudara diinformasikan ke driver ojek agar bisa berkomunikasi

3. Tarif nya jelas, tidak perlu cape2 menawar atau dicurangi driver, bahkan sering ada promo /diskon yang tentu sayang dilewatkan. Dan secara umum tarifnya rata2 separuh harga bahkan Lebiih murah dibanding ojek konvensional. Serta ada invoice nya juga.

4. Bisa tracking driver. Posisi dimana, foto dan jenis / plat no kendaraan jelas. jadi kalau macem2 tinggal lapor provider. disediakan juga feedback / rating yang bisa kita isi berdasarkan tingkat kepuasan pelayanan driver tsb. Hal ini yang memicu driver ojek online lebih ramah n care pada penumpang. Semakin tinggi rating, bonus nya srmakin banyak pula.

Sebagai balasannya driver juga bisa kasih rating ke kita. Jadi sebenarnya kita juga ada ratingnya. Semakin rendah berarti driver akan tau penumpang ini mungkin menyebalkan atau gak baik, jadi mereka bebas memilih mau mengangkut atau tidak.

5. Selain anter penumpang, provider ojek online juga memberikan layanan lain, seperti antar barang, pesen makanan, pesen cleaning service, salon, pijet dll. Kayaknya ke depannua semua yang bisa diorder online bakalan di cover ma aplikasi ini. Aji mumpung lah.

6. Gak hanya ojek motor, mobil pun bisa diorder sebagai taksi.lumayan kalo mau nyobain rasanya naek mobil beda2 tipe.

Kekurangannya :
1. Harus punya smartphone dan tau cr menggunakannya.tp kyknya skg ini hmpir semua orang ud pny semua y

2. Jika sinyal g bagus, bisa gondok make aplikasinya. Tergntung operator jaringannya. Apalagi paket internet abis.

3. Dibandingkan dengan ojek biasa, kadang harus menunggu jemputan lebih lama, kecuali di titik penjemputan banyak armada ojek yang mangkal

Di indonesia sendiri sekarang ini ada 3 provider besar ojek online yang berlalu lalang. Terutama di kota besar.

1. Go-Jek / car - Indonesia
2. Grab bike / car - Malaysia
3. Uber motor / car - Amerika

Semua punya kelebihan dan kekurangan masing2. Tergantung selera customer.

Karena banyaknya kelebihan yang ditawarkan, di dunia perojekan akhirnya terjadi crash antar driver konvensional dan online seperti yang pernah kita lihat di tv2. Karena memang pasar ojek konvensional tergerus abis oleh ojek online. Tak bisa dihindari memang.

Jalan tengahnya adalah biasanya ada kesepakatan antara asosiasi / paguyuban ojek2 tersebut mengenai area dimana penumpang boleh dijemput / tidak oleh ojek online. misalnya di stasiun. Di pintu gerbang stasiun bekasi di sepakati ojek online boleh menurunkan penumpang tapi tidak boleh angkut. Bolehnya di radius 50 - 100 meter dari stasiun atau titik yang sudah disepakati bersama.

Tetapi sekarang ini bisa dilihat kalau customer tetap saja lebih memilih jalan 50 - 100 meter lebih dahulu daripada langsung naek ojek konvensionak karena kelebihan tadi.

Yang naek ojek konvensional biasanya tinggal orang tua yang g pake smartphone, penumpang yang kehabisan paket internet, atau sinyal jelek.

* the only thing that never change is the change itself.

Senin, 07 November 2016

Busway is My Way

Itu bukan busway bro...
Itu namannya bus transjakarta atau kalo sekarang namanya transjabodetabek.

Sering orang salah sebut transportasi yang satu ini. Karena dulu salah perkenalan saat pertama kali keluar. Busway itu nama jalur yang digunakan bus tersebut untuk membelah lalu lintas ibu kota. Tapi kayaknya memang lebih populer busway sih ya. Singkat dan lebih terdengar keren.

Selain KRL, wahana ini salah satunya yang menemani waktu pulangku dr kantor selama dinas di jakarta. Karena waktu pulang relatif santai jdi agak molorpun masih ditoleransi lah.

Sebenarnya aku pernah mencoba berangkat dr rumah bkasi kw gatot subroto tapi berakhir dengan jam 9 baru nongol di kantor. Macet broo. Karena walaupun punya jalur sendiri, tetap saja saat di persimpangan atau masuk tol akan berbaur dengan kendaraan lain.

Inilah yang membedakan dengan di negara lain yang mengadopsi fasilitas bus semacam ini. Andaikata benar2 100 % punya jalur sendiri pasti banyak orang beralih ke kendaraan satu ini daripada kendaraan pribadi.

Kesan jorok n kumuh bus2 metromini n kopaja tak akan ditemui pada kendaraan ini. Bersih, nyaman dan dingin.enak lah pokoknya.

Untuk tiket jauh dekat sama saja yaitu 3500 rupiah. Jadi andaikata mau muterin jabodetabek seharian juga teteap 3500. Tapi rasanya mustahil karena jakarya identik dengan macet.

Kita juga diwajibkan menggunakan e-money untuk mengakses fasilitas ini. Beda dengan KRL yang masih memungkinkan untuk beli harian cash dengan tiket harian berjaminan. E-money ni sangat membantu lho karena cukup tap aja di gate pass langsung saldo kepotong otomatis.tak usah repot2 rebutan masuk. E-money ini bisa dipakai di tol, krl, di ritel swalayan, supermaket.l dll.Memang sangat efisien. kalau hampir habis tinggal isi saldo saja ke ATM atau loket.Mudah.

Seenak-enaknya bus, kalo ga dpt tempat duduk ya tetep aja pegel.untuk menopang badan disediakanlah handle gantung buat penumpang yang berdiri. Mirip seperti di KRL.

Mirip seperti KRL juga, kelakuan pwnumpang nya beda2 tipis. Tapi untuk bis ini lebih teratur.petugasnya lebih disiplin. Batas antara penumpang wanita dan pria pun jelas, ada batasnya.penumpang wanitaa di barisan depan, pria di belakang. Bahkan ada bus yang khusus buat wanita.biasanya catn luarnya berwarna pink.sedngkan yang biasa berwarna biru muda.

Waktu tempuh yang diperlukan dari kantor gatot subroto ke bekasi barat / timur rata2 90 menit. Paling cepat pernah 60 menit, tapi kesempatannya 1 : 100, kecuali cabut sebelum jam pulang kantor (jam 4 sore). Pernah juga sampe nyaris 3 jam saat kondisi macet berat. Bayangkan saja dari kantor di gatsu sampai dengan pancoran biasa 90 menitan sendiri saking macetnya.


Jumat, 04 November 2016

Balada Pejuang KRL Jabodetabek ( episode 1 )



Commuter Line, atau bagi orang jakarta biasa disebut KRL (Kereta Rel Listrik) adalah salah satu wahana utamaku pulang pergi dari bekasi ke kantor di gatot subroto. Wahana satu ini menawarkan keanekaragaman hal selama perjalannya.suka dan duka.apalagi bagiku yang ternyata harus cukup lama dinas di ibu kota.


Komuter (berasal dari bahasa Inggris Commuter; dalam bahasa Indonesia juga disebut penglaju atau penglajo) adalah seseorang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari, biasanya dari tempat tinggal yang cukup jauh dari tempat bekerjanya.


Kelebihan KRL ini dibanding wahana yang lain macam busway / transjabodetabek, metromini, mikrolet, ojek ataupun mobil / motor pribadi adalah murah dan memiliki jalur sendiri. Jadi paling cepat dibanding yang lain untuk sementara ini.aku masih berharap ada transportasi udara yang murah dan meriah macam helikopter gt hehe.
Tapi setelah mengamati dan mengalami sendiri bagaimana menjadi penumpang.wuihh...luar biasa.
Luar biasa dalam artian positif yaitu murah dan cepat, sekaligus luar biasa parah.semua terlihat alami menyatu di tiap gerbongnya.

"Murah Njaluk Slamet" 

Itu kesan pertamaku saat melihat ratusan bahkan ribuan penumpang yang berebut dan tumpang tindih dalam gerbongnya. Sebenarnya ya walaupun murah tetap harus selamat kan sampai tujuan. Hiperbolis si tapi hampir nyata.
Di dalam gerbong wahana tersebut, kamu akan merasakan nikmatnya dijepit oleh para makhluk yang entah mereka sadar atao gak kalo yang mereka sikut, sundul n ketekin itu juga sama2 manusia.
Tapi uniknya kamu gak akan protes atau maki-maki.cuma diam, meringis kecut, dan tersenyum saat mendengar rintihan
"mak...pinggangku keplintir ni" dr ujung gerbong, atau decitan lirih manusia2 setinggi bahu yang hanya bisa mendongak ke atas dan megap2 hanya sekedar tetap bisa bernafas.
"keras bro hidup di ibu kota..."
Terkadang kita juga bisa terpancing untuk memainkan peran sebagai "pelaku" daripada terus menjadi "korban".
Ekspresikan diri dengan mengangkat tangan setinggi mungkin dengan alibi untuk mencari pegangan. Lalu posisikan bagian dalam bahu alias ketek ke muka orang lain. Gak akan ada yang marah. Suer. Sekali-kali tambah penderitaan mereka dengan memanjangakan bulu ketek, atau gak usah pakai deodoran.lalu liat ekspresinya.
Atau coba angkat 2 tangan ke atas berpegangan pada handle dengan posisi siku ke arah luar. Kamu akan merasakan sensasi noyor belakang kepala orang pake siku tanpa merasa bersalah.cukup ikuti saja goyangan kereta dengan natural. 
Ngomong-ngomong masalah goyangan kereta itu juga sensasi sendiri. keretamu bisa jadi dikomandoi oleh masinis yang sabar dan profesional. Atau kalo lagi beruntung dapat masinis yang lagi sensi atau latah (kagetan).

Hal itu akan berasa saat kita berada dalam kereta. Masinis yang baik, start stop kereta begitu smooth. Berbeda saat masinis yang mungkin sedang sensi (mungkin sedang sakit perut ato lagi ada masalah di rumah) jadi drivernya. Ampunn...kamu akan merasakan kebesaran Allah saat merasa dirimu tak berdaya terombang ambing di tengah himpitan ratusan penumpang dalam gerbong dan hanya bisa berdzikir istighfar dalam hati.
Kalau boleh saran, sebenarnya kita tak perlu untuk memaksakan diri melawan gelombang itu, ikuti saja, akan lebih meminimalisir rasa sesak saat tulang rusukmu digencet bapak2 setengah baya, atau ibu2 dengan pipi tambun maksimal. Kalo beruntung bahkan akan ada perut2 gendut di kanan sekelilingmu yang ikhlas jadi bantalan.

Dalam kondisi yang serba tergencet itu sebaiknya berhati2 dan tetap waspada. Karena kejahatan itu bukan hanya terjadi karena niat dari pelakunya, tapi juga karena ada nya kesempatan.
Terlebih dalam kondisi dimana untuk sekedar nengok kanan kiri dan ngupil saja gak bisa.
Waktu paling rawan berdasarkan pengalamanku adalah saat kita sudah terlanjur sumringah melihat pintu kebebasan alias pintu gerbong terbuka di tempat tujuan kita.di saat itulah saat paling lengah kita.

Saat itu bisa diandaikan seperti halnya saat kita kebelet kencing / BAB setengah mati sepanjang perjalanan akhirnya menemukan toilet kosong. kita jadi lupa diri. andaikan ada orang lain yang mules juga melihat toilet yang cuma satu2nya itu.bisa tebak apa yang terjadi?sikut dan bogem kalo perlu. kita jadi lupa hal lain nya. Just Hit n Run...

Copet sejati melihat kesempatan itu...sssttt..sekelebat kedipan mata, raib sudah onderdil kita, eh harta kita. Handphoneku-lah korbannya.heleh baru 6 bulan cuy... Ikhlas..ikhlas...ikhlas..
Hit n run juga berlaku saat kita berebutan masuk ke gerbong kereta idaman. Tua, muda, pria, wanita, setengah pria/wanita hampir tak bisa dibedakan mana yang abis fitness / latihan panco. Sama kuat dan kejinya...haha ekstrem banget yak. Silahkan dibuktikan sendiri. Bahkan untuk ibu-ibu, mbak-mbak dan tante-tante, saya pribadi menyarankan sebaiknya masuk saja ke gerbong biasa, aliasa bukan khusus wanita, karena kereta khusus wanita memang posisinya sangat strategis yaitu di paling depan dan paling belakang dan ramai peminat.dan di gerbong itulah hukum rimba lebih berlaku buat wanita.kalao di gerbong biasa, para pria lebih segan dan lebih bersifat mengalah terhadap wanita, tapi tetep ganas ke sesamanya.

Kereta idaman adalah kereta most wanted dengan tujuan ke daerah bisnis-bisnis dimana hampir 90% pekerja jakarta mengais rejeki disana. Pada kasus ini kereta itu adalah kereta jurusan Sudirman - Karet - Tanah Abang - Duri - Kampung Brandan.
Kereta ini berangkat dari Bogor atau Nambo. Bagiku yang berangkat dari Bekasi yang nun jauh disana, harus pindah / transit ke kereta tersebut di stasiun manggarai. Dan kereta itu ada di jalur 5, atau biasa aku bilang "Jalur Neraka".

Sebenarnya ada jalur 7 dengan tujuan yang sama dan lebih sepi. Kereta ini berfungsi sebagai kereta sapu jagad apabila jalur 5 overload. Cuman frekuensi kedatangannya 1 : 3 kali dari jalur 5. Umumnya pasti terlambat ke kantor jika pakai jalur 7 ini. Jadi jalur favorit tetap disandang kereta jalur 5.
Tetapi, sebagai commuter berpengalaman, keep the surprise until the last second, dengarkn baik2 dan cermati pengumuman dari announcer. Terkadang karena suatu sebab, jalur kereta dirubah, atau demi mengurai overloada penumpang, announcer sengaja mengumumkan kereta "A" akan berangkat, padahal beberapa detik kemudian ternyata kereta "B" yang lebih dahulu berangkat. bahkan kadang tidak diumumkan yang mana yang lebih dulu berangkat. Masalahnya, ada jarak antar satu jalur dengan jalur yang lain dan tidak semudah itu kita melintas karena ada kereta2 lain yang juga berlalu lalang.
Cermati polanya tiap hari.itu perlu skill .

Lanjut bagian 2


Sabtu, 17 Desember 2011


Husband’s note <4> : Big Family

Satu yang aku tahu, pernikahan bukan hanya menyatukan 2 insan, tapi 2 keluarga yang jelas berbeda culturenya, entah itu dari cara berkomunikasinya, cara hidupnya, pendidikan dalam keluarga dsb.

Bisa jadi kita dengan  istri tidak ada masalah, tapi ada anggota keluarga kita yang lain ternyata ada perselisihan atau crash satu sama lain dengan keluarga pasangan kita. Mau gak mau itu akan jadi masalah kita juga. Jangan pernah sekalipun mengabaikannya, karena pada dasarnya semua orang adalah saudara, keturunan Adam dan Hawa, terlebih lagi terikat dengan adanya hubungan pernikahan. Takkan pernah ada manfaatnya untuk bertikai satu sama lain. Kalau di dalam keluarga sendiri saja sudah tidak akur, apa kata dunia?

Kita di situ berperan sebagai mediator. Sangat susah jika terkadang ego dan kepentingan masing-masing masih terkotak-kotak di lingkup pribadi dan untuk sendiri-sendiri dan tidak melihat inti dari permasalahan itu sendiri dan juga rencana besar dari menjadi satu keluarga besar itu sendiri, yaitu kebersamaan dan kebahagiaan. Akan tetapi bukan berarti itu tak mungkin untuk dilakukan kan?

Juga saat ada anggota keluarga atau orang lain mengingatkan/teguran jika kita dinilai menyimpang atau melakukan kesalahan, janganlah itu dianggap sebagai punishment, suatu hukuman ataupun suatu diskriminasi bahwa kita selalu dianggap salah dan gagal, dan akhirnya malah memilih untuk diam saja daripada dipersalahkan lagi. Kalau memang seperti itu, kapan kita bisa maju dan berkembang?

Bukankah akan lebih baik jika bisa sedikit lebih bersabar untuk menerima teguran itu sari sudut pandang yang berbeda, bahwa mereka itu perhatian dan sayang kepada kita, sehingga diingatkan. Terlepas nanti teguran itu ternyata tidak benar adanya, ya sudah diterima saja, untuk cross check dan feed back-nya bisa dilakukan dengan cara yang bijaksana dan tidak frontal. Mengalah bukan berarti kalah. Itu bisa diterapkan di segala bidang apapun. Itu adalah salah stau strategi yang bijakasana dalam proses untuk perbaikan diri.


Ingat, kita adalah satu keluarga, tidak lucu juga jika kita saling bunuh-bunuhan karena masalah apapun. Didasari dengan rasa sayang dan saling memiliki sehingga semuanya akan berjalan dengan nyaman.

Pi
 
*) Love never fails to connect people, only if you ensure and faith on, it will give you more

Husband’s Notes <3> : Match?

Orang sering memutuskan menikah karena dia sudah merasa ‘cocok’ dengan calon pasangan hidupnya. Bolehkah kita sejenak untuk merenungkan kan hal ini lebih dalam?

Sebenarnya sudah sejauh apakah kita sudah ‘cocok’ dengan dia? Sudah sejauh apakah kita sudah mengenalnya? Memahami kekurangan dan kelebihannya? Apakah kita yakin sudah memiliki sikap yang bisa menjadi penyeimbang segala hal tersebut?

Jika kita sudah merasa ‘cocok’ hanya karena kelebihan dan segala hal positif yang dimiliki, dijamin pasti pernikahan tidak akan bertahan lama dan gagal total. Karena sepanjang yang aku alami, dalam hidup berumah tangga lebih banyak hal yang mementingkan pengertian akan adanya kekurangan dari pribadi masing-masing.

Orang biasa pun tahu dan bisa menerima saat seseorang itu cantik, pintar, ramah, baik, perhatian dll. Sebagian besar setuju bahwa itulah pasangan idaman, dan hal-hal inilah yang dianggap sebagai nilai-nilai kecocokan yang ideal sebagai pasangan  hidup hingga akhir nanti. Lalu bagaimana saat dia mulai bersikap curiga, marahaan, ngambek, egois, mau menang sendiri, cuek dll? Apakah itu bukan nilai-nilai yang ada dan mau gak mau harus diterima sebagai bahan pertimbangan dan pemahaman lebih?

Prosentase kedua hal yang saling berlawanan itu sering kali berbeda-beda tiap saat tergantung kondisi dan periode tertentu. Sifatnya unpredictable, kecuali kamu adalah paranormal sakti yang bisa tahu isi hati orang lain. Dalamnya hati siapa yang tahu kawan. Hanya Allah Subhanahuwataala yang maha tahu.

Lalu apa yang harus kita lakukan? it’s up to you, Guys. Different personal different style and treatment. Kalau aku, dari awal niatku untuk serius untuk membina hubungan keluarga dengan Mi, aku sudah tahu takkan semudah membalik telapak tangan kosong. Karena yang harus aku lakukan adalah membalik tangan dengan gantungan beban yang berat, dengan artian ada amanat suci dari Allah yang mengiringi pilihanku saat aku memutuskan untuk meminangnya. Takkan pernah mudah, tapi Insya Allah ikhlas menjalaninya dengan segala konsekuensinya.

Pi
*) Knowing what you needed is better than what you wanted, be prudence

Husband’s notes <2> : Why did you married?

Menjadi suami yang baik tidaklah mudah kawan. Perlu jiwa yang besar untuk menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan, yaitu istri.

Saat 2 insan berbeda gender dengan latar belakang dan kondisi keluarga yang berbeda memutuskan untuk hidup bersama secara sah sebagai apa yang disebut keluarga maka sejatinya semua harus secara sadar dan berkomitmen untuk menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik dan benar. Tidak ada yang namanya menan-kalah, semuanya WIN-WIN solution. Karena keluarga adalah satu, tak ada gunanya jika salah satu merasa unggul dari yang lain. Jika itu terjadi, salah satu pasti akan tersakiti. 

Ingatlah selalu tujuan pernikahan itu apa saat terjadi suatu masalah yang melibatkan kedua belah pihak. Berpikiranlah jernih dan tenang, meskipun itu bukanlah hal yang semudah dilaksanakan seperti saat diucapkan. Takkan pernah ada yang mudah seperti kelihatannya dari luar. Tapi itu wajib untuk diperjuangkan. Tak ada jalan lain jika masih ingin mempertahankan pernikahan itu sendiri.

Kontradiksi dan beda pendapat itu wajar dan pasti terjadi karena mulanya dari background yang berbeda, Mustahil bisa selalu sejalan. Dan sebenarnya itulah indahnya perbedaan, saling melengkapi satu sama lain, hal-hal yang sebelumnya tak terpikirkan, ternyata bisa dikombinasikan dengan baik walaupun ada benturan-benturan ego dan kepentingan. 

Sekali lagi ingatlah ‘apa tujuanmu menikah?’ Hal ini harus sudah dipegang kuat sejak awal sehingga tidak akan menyesal di kemudian hari. Jadi saat dirimu khilaf, lupa bahwa istrimu dan keluargamu adalah orang yang seharusnya kamu cintai kalah karena keegoisanmu sendiri, kembalilah tanya pada dirimu sendiri “Mengapa kamu menikah?”

Pi
*) Differences are gorgeous, but need understanding

Jumat, 16 Desember 2011



Husband's Note < 1> : Leader & Mate

Suami, adalah satu kata yang aku sandang sejak tanggal 2 Juli 2011, saat aku mempersunting kekasih hatiku, Mi. Kata itu yang kini melekat di diriku dengan segala properties yang menjadi kelengkapan dan konsekuensinya, yang saat aku berikrar dengan saksi Allah melalui perantara wali, para saksi dan penghulu takkan pernah sedetikpun akan aku tanggalkan di kemudian hari. Aku bersumpah dengan nama Allah bahwa dengan kata itu, aku akan memegang amanat yang terkandung di dalamnya sekuat hati, hingga akhir waktu nanti. Amin.

Semua orang yang normal pasti ingin menikah dan menyandang kata itu. Tapi apakah semua orang tau makna dari memakai kata itu?

Suami adalah pasangan istri. Itu pasti. Hanya itu kah? Tentu tidak kawan. Tentu tidak sesederhana penjelasan dalam kamus ataupun literatur. Berani menyandang kata suami berarti berani untuk menyandang kata ‘imam/pemimpin’ sekaligus ‘sahabat/kawan’ bagi pasangannya, istri.

Imam/pemimpin, adalah pengatur, pembimbing, pelindungi dan pencari nafkah untuk  anggota keluarganya. Dialah nahkoda sebuah kapal rumah tangga, sedang istri adalah navigatornya. Salah memutar kemudi maka salahlah tujuan hidup dari keluraga itu. Dialah pula yang menjadi tulang punggung keluarga utama, terkecuali jika nanti sudah saatnya tiba sang penerus2nya yang menggantikan. Kewajibannyalah untuk mengingatkan atau menasehati anggota keluarga terutama istri, sepahit apapun kondisinya, karena di akhirat nantilah amal  sebagai imam/pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban langsung di hadapan Allah Subhanahuwataala.

Akan tetapi imam/pemimpin bukanlah diktator meskipun dia punya hak veto dalam keluarga. Tak ada orang yang suka menjadi bawahan pemimpin yang otoriter meskipun itu istri dan keluarga sendiri. Suami juga adalah seorang manusia, tidak kurang dan tidak lebih. Dengan segala kekurangan dan kekhilafan. Takkan pernah ada pemimpin yang sempurna kecuali Nabi Muhammad Salallahualaihi wassalam.

Jadi  sebagai pemimpin dan imam yang baik, menurutku baik pula jika kita menjadi sahabat buat istri kita, dimana dia bisa berkeluh kesah, dimana kita bisa mengerti kesulitan dia, dimana kita juga harus belajar dan bersabar dan menahan diri.  Dan pada akhirnya kita bisa mengambil keputusan yang tidak otoriter atau maunya menang sendiri. Karena sudah di-rembug bersama. Ya karena buat kebutuhan bersama, masa iya mau diputusin sendiri.Tapi ketegasan dan sedikit otoriter itu perlu untuk point-point tertentu yang prinsipal untuk ditegakkan dan tidak bisa ditolerir, misalnya masalah ibadah.

Seorang sahabat itu ada di saat diperlukan, tentunya jangan mengambil artian akan selalu ada dalam arti fisik, kalau kondisinya jauh seperti yang aku alami sekarang ya susah, Long Distance Relationship. Menurut pengertianku sebagai suami yang baru belajar, bahwa menjadi sahabat yang selalu ada untuk istri mungkin adalah bisa ikut merasakan di saat suka dan dukanya, meskipun itu hanya lewat telepon, sms, email,  dll. Dalam artian istri kita merasa nyaaman untuk berbicara dengan kita walapun semua serba terbatats waktu dan tempat. Waktu yang sedikit diupayakan seoptimal mungkin. Memang tidak mudah loh kalau cuma diucapkan saja, karena masing-masing insan meskipun sudah bertatus suami-istri pasti ada saja yang berbeda, entah itu egonya, keinginannya, kekeras-kepalaanya, pertimbangannya, kondisi lingkungan dsb. Hal itu lah yang harus dipahami dengan benar.

Aku masih belajar dan terus belajar, karena sejauh ini masih banyak hal yang perlu disempurnakan. Mungkin tidak akan pernah sempurna tapi setidaknya mau dan mampu untuk berusaha yang lebih baik setiap harinya, dimana saja dan kapan saja.

Pi
*) Good person is a learner, who always try to do things better everytime, everywhere.

Check this link : 15 ciri calon suami yang baik