Tampilkan postingan dengan label belajar islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Kapan Kita Mengucapkan Subhanallah dan MasyaAllah?

Kapan Kita Mengucapkan Subhanallah dan MasyaAllah?

Mohon info penggunaan kata yg tepat unt kata : masya Allah dan Subhanallah. Tepatnya bgmn ya?

Bu Subarkah. Sleman..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman di surat al-Kahfi,

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. al-Kahfi: 39)

Ayat ini dijadikan dalil sebagian ulama terkait kapan kita diajurkan mengucapkan masyaaAllah. Dalam ayat ini, orang mukmin menasehatkan kepada temannya pemilik kebun yang kafir, agar ketika masuk kebunnya dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga kebunnya tidak tertimpa hal yang tidak diinginkan.

Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

وينبغي للإنسان إذا أعجبه شيء من ماله أن يقول: “ما شاء الله لا قوة إلَّا بالله” حتى يفوض الأمر إلى الله لا إلى حوله وقوته، وقد جاء في الأثر أن من قال ذلك في شيء يعجبه من ماله فإنه لن يرى فيه مكروهاً
Selayaknya bagi seseorang, ketika dia merasa kagum dengan hartanya, agar dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga dia kembalikan segala urusannya kepada  Allah, bukan kepada kemampuannya. Dan terdapat riwayat, bahwa orang yang membaca itu ketika merasa heran dengan apa yang dimilikinya, maka dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak dia sukai menimpa hartanya. (Tafsir Surat al-Kahfi, ayat: 39).

Doakan Keberkahan

Disamping bacaan di atas, ketika kita melihat sesuatu yang mengagumkan dimiliki oleh orang lain, kita dianjurkan untuk mendoakan keberkahan untuknya. Misalnya dengan mengusapkan, Baarakallahu laka fiih, semoga Allah memberkahi anda dengan apa yang anda miliki.

Dari Abdillah bin Amir bin Rabiah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Apabila kalian melihat ada sesuatu yang mengagumkan pada saudaranya atau dirinya atau hartanya, hendaknya dia mendoakan keberkahan untuknya. Karena serangan ain itu benar. (HR. Ahmad 15700, Bukhari dalam at-Tarikh 2/9 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kapan Dianjurkan Mengucapkan Subhanallah?

Terdapat beberapa keadaan, dimana kita dianjurkan mengucapkan subhanallah. Diantaranya,

Pertama, ketika kita keheranan terdapat sikap.

Tidak kaitannya dengan keheranan terhadap harta atau fisik atau apa yang dimiliki orang lain. Tapi keheranan terhadap sikap.

Misalnya, terlalu bodoh, terlalu kaku, terlalu aneh, dst.

Kita lihat beberapa kasus berikut,

Kasus pertama, Abu Hurairah pernah ketemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kondisi junub. Lalu Abu Hurairah pergi mandi tanpa pamit. Setelah balik, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, mengapa tadi dia pergi. Kata Abu Hurairah, “Aku junub, dan aku tidak suka duduk bersama anda dalam keadaan tidak suci.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ
Subhanallah, sesungguhnya muslim itu tidak najis. (HR. Bukhari 279)

Kasus kedua, ada seorang wanita yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan bagaimana cara membersihkan bekas haid setelah suci. Beliau menyarankan, “Ambillah kapas yang diberi minyak wangi dan bersihkan.”

Wanita ini tetap bertanya, “Lalu bagaimana cara membersihkannya.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa malu untuk menjawab dengan detail, sehingga beliau hanya mengatakan,

سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِى بِهَا
“Subhanallah.., ya kamu bersihkan pakai kapas itu.”

Aisyah paham maksud Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliaupun langsung menarik wanita ini dan mengajarinya cara membersihkan darah ketika haid. (HR. Bukhari 314 & Muslim 774)

Kasus ketiga, Aisyah pernah ditanya seseorang,

“Apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Allah?”

Aisyah langsung mengatakan,

سُبْحَانَ اللَّهِ لَقَدْ قَفَّ شَعْرِى لِمَا قُلْت
Subhanallah, merinding bulu romaku mendengar yang kamu ucapkan. (HR. Muslim 459).

an-Nawawi mengatakan,

أن سبحان الله في هذا الموضع وأمثاله يراد بها التعجب وكذا لااله إلا الله ومعنى التعجب هنا كيف يخفى مثل هذا الظاهر الذي لايحتاج الإنسان في فهمه إلى فكر وفي هذا جواز التسبيح عند التعجب من الشيء واستعظامه
Bahwa ucapan subhanallah dalam kondisi semacam ini maksudnya adalah keheranan. Demikian pula kalimat laa ilaaha illallah. Makna keheranan di sini, bagaimana mungkin sesuatu yang sangat jelas semacam ini tidak diketahui. Padahal seseorang bisa memahaminya tanpa harus serius memikirkannya. Dan dalam hadis ini terdapat dalil bolehnya membaca tasbih ketika keheranan terhadap sesuatu atau menganggap penting kasus tertentu. (Syarh Shahih Muslim, 4/14).

Kedua, Keheranan ketika ada sesuatu yang besar terjadi

Misalnya melihat kejadian yang luar biasa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang tersentak bangun di malam hari, karena keheranan melihat sesuatu yang turun dari langit.

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, bahwa pernah suatu malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidurnya.

سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتَنِ
“Subhanallah, betapa banyak fitnah yang turun di malam ini.” (HR. Bukhari 115).

Dalam kasus lain, beliau juga pernah merasa terheran ketika melihat ancaman besar dari langit. Terutama bagi orang yang memiliki utang,

Dari Muhammad bin Jahsy radhiallahu ‘anhu, “Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ke arah langit, kemudian beliau bersabda,

سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا نُزِّلَ مِنَ التَّشْدِيدِ
“Subhanallah, betapa berat ancaman yang diturunkan ….”

Kemudian, keesokan harinya, hal itu saya tanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, ancaman berat apakah yang diturunkan?’

Beliau menjawab,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ
‘Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, dia tidak masuk surga sampai utangnya dilunasi.'” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493; dihasankan al-Albani).

Kata Ali Qori, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan subhanallah karena takjub (keheranan) melihat peristiwa besar yang turun dari langit.  (Mirqah al-Mafatih, 5/1964)

Sumber http://www.konsultasisyariah.com/kapan-kita-mengucapkan-subhanallah-dan-masyaallah/

Sabtu, 23 Juni 2012

Tentang Anak Angkat dalam Islam


Lagi ubek ubek lepi gak jelas hari sabtu gini, nemu file nya hubby tentang indeks Al Quran. Sebenernya udah pernah lihat file ini cukup lama, tapi mohon maaf ya Alloh baru sekarang punya niatan untuk buka dan baca baca isinya. Sekilas gw cukup tertarik dengan adanya indeks Al Quran ini. Dimana di file dalam bentukkan Ms Excel ini terbagi dalam beberapa sheets, yang didalamnya juga mencakup bahasan secara spesifik tentang hal hal yang berkaitan dengan hukum hukum Islam yang mengatur tentang Makanan & Minuman, Pakaian & Perhiasan, dll.

Nah tiba tiba gw terinspirasi dari salah satu sheet yang berjudul Hukum Privat , dan pas gw baca disitu ada referensi dari Al Quran mengenai anak angkat, berhubung gw sama hubby punya #Athaya, gak ada salahnya gw belajar tentang anak angkat dari Al Quran yang udah jelas jelas merupakan tuntunannya umat muslim, sekalian disini gw share siapa tau ada yang butuh dan semoga ilmu ini bisa bermanfaat. Oiya jangan anggap gw gape alias jago yah dalam masalah penfsiran Al Quran, gw berbekal indeks AlQuran yang mereferensikan Surat dan Ayat berapa dalam Al Quran yang membahas masalah tersebut. Bismillah semoga tidak ada kesalahan pemahaman dari gw dan kesalahan ketik sehingga membuat orang lain menyalah artikan maksud tulisan gw.

1.       QS Al Ahzab Ayat 4
Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri – istrimu yang kamu zihar (*) itu sebagai ibumu., dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan dimulutmu saja. Alloh mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)

(*) zihar ialah perkataan seprang suami kepada istrinya “ punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku” atau perkataan lain yang sama maksudnya. Adalah menjadi kebiasaan orang Arab Jahiliah bahwa apabila dia berkata demikian maka istrinya haram bagi dirinya selama – lamanya. Tetapi setelha islam datang, maka yang haram untuk selama – lamanya itu dihapuskan dan istri istri kembali halal baginya dengan membayar kafarat (denda)

2.       QS Al Ahzab Ayat 5
Panggilah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak – bapak mereka;itulah yang adil disisi Allah,dan jika kamu tidak mengetahui bapak – bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara – saudaramu seagama dan maula –maulamu (*). Dan tidak ada dosa atasmu jka kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang

(*) maula – maula itu hamba sahaya yang sudah di merdekakan atau seseorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Huzaifah dipanggil Maula Huzaifah

3.       QS Al Ahzab Ayat 37
Dan (ingatlah) ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya. “Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang engkai menyembunyikan didalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan dengan istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) (*) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri – istri anak – anak angkat mereka, apabila anak – anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.

(*) setelah habis iddahnya.

Dari ketiga ayat tersebut diatas, dalam Islam dijelaskan bahwa anak angkat sampai kapanpun hukumnya tidak sama dengan anak kandung. Meskipun kita mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak kandung kita tetapi Allah tidak menyukai hal tersebut. Seperti juga dikatakan bahwa anak angkat dapat dinikahi karena tentu saja seorang anak angkat bukanlah muhrim bagi orang tua angkat mereka sehingga hukumnya boleh untuk dinikahi. Islam juga mengatur bahwa meskipun kita memiliki anak angkat bukan berarti kita dapat menghilangkan nasab (keturunan) dari orang tua kandungnya terutama ayahnya.

Dalma kasus gw, hubby dan #athaya, kami memang sepakat untuk tidak menyembunyikan identitas #athaya yang sesungguhnya. Siapa ibu kandungnya, siapa ayah kandungnya dan siapa keluarga kandungnya sebenarnya. Hal ini bukan berarti pada akhirnya nanti gw sama hubby akan lepas tanggung jawab sama #athaya, kita hanya ingin mengikuti aturan islam sebagaimana mestinya. Gw juga pernah baca dari sebuah blog yang mana gw lupa juga blog siapa hehe, tapi intinya di terangkan ada 2 contoh yang mereka mempunyai anak angkat dan mereka menjelaskan tentang status anak angkat tersebut sedini mungkin salah satu dari contoh tersebut menjelaskan kepada anaknya pada saat si anak umur 4 tahun, surprisenya si anak ga down loh dengan mengetahui identitas sebenarnya ini malahan menurut ibu angkatnya si anak bilang gini “ bu, meskipun aku gak lahir dari perut ibu tapi aku tetap sayang sama ibu sampai kapanpun” Ya Alloh meleleh dan mewek gak sih klo bisa denger kata kata seperti ini dari seorang anak kecil usia 4 – 5 tahunan gitu.

Gw sama hubby juga berniat untuk pelan – pelan jelasin hal ini sama #athaya sedini mungkin, yah mungkin awalnya kita kasih konsep dulu ke dia tentang bagaimana seorang anak hadir dalam sebuah keluarga. Kemudian kita jelasin konsep tentang anak kandung dan anak angkat, setelah itu kita kasih konsep ke dia bahwa dia bukan di buang dari keluarganya (nanti bisa bisa dia benci), dan kemudian kita harus kasih konsep ke dia bahwa rasa sayang kita ke dia besar dan tidak pernah terbersit untuk membeda bedakan karena statusnya dengan anak kandung kami nanti Insya Allah.

Terus kenapa harus sedini mungkin ? menurut sumber blog tersebut secara psikologis, saat anak masih usia dini dia masih bisa kita bentuk konsep dirinya, kita masih bisa mengatur dia dan dia belum punya eksistensi diri yang kuat tentang apa dan bagaimana dia. Coba bayangin kalo dia udah gede, apa dia gak bete terus jadi males sekolah bawaanya malu dan pengen kabur karena tahu dia bukan anak kandung, dan gitu pasti dia nuduh orangtua angkatnya berbohong karena gak menceritakan sejak lama. Yah kejadian kejadian macam ini sering banget kan ada di pelem pelem or sinetron.

Lagian saat si anak masih berusia dini, kita masih bisa dengan mudah merangkulnya saat dia menangis saat dia kaget atau shock dengan mengetahui identitasnya, tapi kalau udah besar dia pasti akan langsung berontak dan susah untuk kita atasi, hmmmhhh kok gw ngerasa alesannya gak ilmiah banget ya hehe.. biarlah sementara ini alesannya sampe gw nemuin link blognya lagi hehehe...

Balik lagi ke gw , hubby dan #athaya. #athaya emang punya akte kelahiran dengan nama orang tua gw dan hubby, hal ini bukan bermaksud untuk memonopoli dia bahwa dia anak kita dan hanya milik kita, hal ini hanya untuk memudahkan administrasi dan someday kalo dia sekolah. Toh pada akhirnya nanti kita akan tetap bilang sama dia status sebenarnya, bahkan hubby bilang biarkan nanti #athaya yang memilih dia akan tinggal dengan siapa. Ya ampun udah kebayang sedihnya kan kalo dia ninggalin gw, tapi hubby bilang jika kita merawatnya dengan tulus #athaya pasti akan tahu dia harus balik kepada siapa dan dia nyaman dengan siapa.

Lagi lagi karena #athaya adalah perempuan dan someday saat dia menikah dia harus punya wali untuk pernikahannya atas dasar nasabnya. Kalau se pengetahuan gw nanti jika #athaya menikah dia tidak menggunakan nasab ayahnya melainkan nasab ibunya dalam kasus kelahirannya. Inipun akan sulit kalau kita menutupi identitas aslinya, nanti bisa bisa kita dosa terus karena sudah paham hukumnya tapi gak dijalankan.

Saat ini gw emang belum memperkenalkan konsep konsep tadi sama #athaya , nanti di usia dia pas 2 tahun gw akan mulai memperkenalkan konsep konsep tersebut, insya allah pengennya sebelum dia masuk SD gw sama hubby udah bisa cerita yang sebenarnya. Bukankah suatu kebaikan itu lebih cepat di ungkapkan akan lebih baik. Insya Allah, mudah mudahan Allah melancarkan semuanya dan terutama #athaya dapat memahaminya sebagai suatu kejujuran yang baik.

Jika suatu saat anak kami tersayang Khalilah Athaya Zahirah membaca postingan ini, percayalah pada kami nak Mami , Papi, Papa, Mama dan Kaka Fazrien always loving you as our family. Apapun dan bagaimanapun kamu, kamu adalah hadiah terindah bagi kami rezeki dari Allah.
Jika suatu saat nanti kamu sudah mengerti siapa kamu dan bagaimana kisah sampai kamu berada diantara kami, percayalah tidak ada seorangpun yang tidak menyayangimu, bahkan ibumu sendiri. Karena ibumu lah yang berjuang antara hidup dan mati agar kamu bisa hidup di dunia dan berada di antara kami.


Tentang Hijab 2


Ternyata gak lama setelah lihat tweetnya UYM tentang hijab , eh gw lihat di FB postingannya Ustad Arifin Ilham (UAI) tentang hijab juga, isinya nyambung banget tentang pelurusan pemahaman berhijab untuk para muslimah. Cekidot buat detailnya sbb:
Sahabatku, mengapa muslimah belum berjilbab?
  1. Belum tahu tujuan, hikmah dan hukum jilbab wajib. Seperti tercantum dalam surat Al Ahzab ayat 59 tentang keharusan wanita memakai jilbab bila berada di luar rumah ; “ Wahai Nabi katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri – istri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun , Maha Penyayang.
  2. Tahu tentang ilmunya tetapi belum siap berjilbab
  3. Sangat mencintai dunia
  4. Banyaknya maksiat sehingga belum merasa pantas berjilbab
  5. Pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, kebiasaan, dan budaya sekuler
  6. Anggapan kalau Islam itu hanya ritual sholat, haji, dll
  7. Anggapan yang penting aku baik padahal agama adalah tunduk patuh pada SYARIATnya
  8. Pengalaman jelek pada wanita berjilbab yang buruk akhlaknya padahal Islam adalah agama sampul (jilbab) dan isi (akhlak mulia)
  9. Merasa tidak cantik dengan berjilbab, padahal kecantikan sebenarnya tatkala menjadi wanita sholehah.
  10. Belum tahu dosa besar dengan siksa pecut api neraka pada bagian aurat yang terbuka
subhanAllah, mulailah mempelajarinya, jangan malu, gengsi, minder atau menunda nunda lagi. Banggalah sebagai wanita mu’minat dan belajarlah kepada sahabat terdekat yang indah dan istiqomah dengan jilbabnya, hidup kita di dunia ini sekedar mampir sahabatku.

Yup begitulah kira kira isi postingannya UAI tentang berjilbab, soo yuk ah para muslimah mari kita identitasi diri kita dengan berjilbab.
Mulai dari diri sendiri,mulai dari hal yang kecil dan mulai dari sekarang.

Bismillah......

Tentang Hijab 1


Barusan aja liat tweetnya UYM ( Ustad Yusuf Mansyur) mengenai JIL dan Liberal. Beliau mengajak kita u introspeksi diri jgn jgn kita termasuk dalam komunitas JIL & Liberal tanpa kita sadari.
Lah kok bisa? Dasarnya apa? Karena kita gak ada ILMU.gak ada basic ttg agama, gak ada basic ttg aqidah, gak ada basic ttg fiqih, gak ad basic ttg ibadah. Akhirnya kita terbentur sama hal hal tersebut terus malahan bikin kita bingung mana yang bener mana yang salah, semuanya akibat dari kuranganya atau mungkin g ada sama sekali basic tentang itu.

Awalnya gw baca tweetnya UYM ya biasa aja, tapi gw cukup tertarik dan dapat inspirasi waktu lihat salah satu contoh yg UYM kasih ttg perilaku kita yang bisa menjuruskan kita ke JIL or liberal , tapi bisa jadi perilaku ini terjadi semata mata karena kita kurang ilmu di dalamnya.
Apakah contohnya ? hehehe . di tweetnya UYM ngasih contoh begini “ Buat apa jilbabin kepala,? Kalo hati ga di jilbabin” sepintas kata kata ini bener, tapi aslinya RUSAK.

Hmmhh langsung kena deh di hati gw, soalnya gw juga pernah ngalamin ini tapi bukan sebagai orang yang ngoomong gitu, tapi sebagai korban yang kena semprot sama kata kata itu cuman karena gw bilang usaha gw untuk masuk surga salah satunya dengan berhijab.

Paham ga kenapa ini sering jadi perdebatan? Emang banyak orang orang sekitar yang ngomong “ sebelum pake jilbab di benerin aja dlu perilakunya. Percuma aja pake jilbab kalo perilakunya gak bener”. Ya kayak kata UYM tadi, sepintas omongan ini bener, maksudnya supaya gak malu2in kalao udah pake jilbab tapi perilakunya masih aneh aneh atau gak sesuai .

Tapi coba deh di flashback lagi, yang jadi kewajiban inget nih ya KEWAJIBAN bagi seorang muslimah yang sudah akil balig itu apa sih ? menghijabi auratnya atau menghijabi hatinya ? yang WAJIB disini adalah menutup auratnya. Insya Alloh dengan itu hati dan perilakunya akan ikut. Mungkin sebagian kita paham ua sama kewajiban itu artinya apa ? ya sesuatu yang HARUS dilakukan.

Yah gw pribadi juga gak bilang dengan gw berjilbab gw udah 100% suci. Ya enggalah manusia kan makhluk dhoif tempatnya salah dan dosa. Jujur aja ya, gw mulai berjilbab itu desember 2005, trs gw langsung gitu pake jilbab yang syar’i yang nutupin dada, yang kemana mana pake rok ya pokoknya jilbab yang sesuai dengan ketentuannya dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh ? jujur engga kok, gw masih pake jilbab yang keliahatan dada, masih suka pake celana jeans ketat dan masih lepas pake terutama karena waktu itu gw masih nyanyi, dan kadang gw suka pergi hang out (caileh bahasanya hang out bok!) dengan gak pake jilbab karena menurut gw emang lebih oke dengan gak berjilbab waktu itu contohnya gw liburan ke Bali tahun 2007. Semua berlangsung gak sebentar loh, dari 2005 sampe tahun 2008 gw lebih banyak lepas jilbabnya dari pada pake jilbabnya.

Alhamdulillah wa syukurilah mulai 2008 sampe sekrang perkembangannya gw signifikan. Mulai pake jilbab yang menutupi dada, menghindari baju ketat dan at least keluar dari pager rumah itu gw HARUS pake jilbab!
Awalnya sih kesemuanya itu bukan pure dari diri gw sendiri, tapi lebih dari faktor eksternal kayak deket sama cowok alim, deket sama keluarga mantan yang agamis, sampe perasaan  malu karena kok gw berjilbab tapi gini amat yak.
Alhamdulillah sekarang udah lebih baik, setelah gw kenal dan nikah sama hubby, dia paling anti kalo sampe gw kaga pake jilbab.
Bersyukur punya suami yang punya basic tentang agama yang cukup bagus dan alhamdulillahnya kita sejalan .
Bersyukur juga gw ga pernah berkata “jilbabin dl hati baru jilbabin kepala” karena emang yang paling penting jilbabin auratnya , karena wajib hukumnya sodara sodara

Tulisan gw diatas Cuma sekedar share ttg sebenernya pemahaman kita sebagai umat muslim harus seperti apa sih tentang tuntunan dan ajaran islam sendiri, apakah sudah benar, hampir benar , cukup benar atau mungkin out of track?
Gw gak bermaksud menyinggung siapapun, minimal untuk introspeksi diri masing masing. Terutama diri gw sendiri u menjadi lebih baik.
Apapun yang benar datangnya pasti dari Alloh SWT sedang yang salah dari gw sebagai manusia.

Wallahualam bishawab.

Sang Pencerah





Katakanlah Gw jadul, gak gaul, terlambat or apapun lah sebagai akibat dari gw yang baru aja nonton film SANG PENCERAH sekarang sekarang ini. Gw sendiri juga ga ngeh kapan pastinya film ini di rilis, bahkan sampe ke tahunnya pun gw gak tau heheee.. tapi sebenernya di postingan ini gw bukan mau curhat tentang kedodolan gw yg terlambat nonton ni film, tapi gw mau bahas bahwa film ini bagusss banget untuk di tonton apalagi untuk kita kita yang muslim biar bisa introspeksi diri dengan ke agamaan kita...
Gw gak bermaksud membahas abis isi filmnya, karena yang ada telat juga kalo gw baru bahas sekarang hahaha,, gw Cuma mau bahas beberapa poin istimewa yang gw temuin di film ini.

  1. Merubah Arah Kiblat
Dalam suatu pertemuan beliau mengutarakan bahwa kiblat yang selama ini digunakan salah, dan hendaknya bergeser 23 derajat ke kanan agar sesuai dengan berkiblat ke Masjidil Haram. Tapi ternyata ide beliau di tentang habis habisan oleh para pemuka agama senior lainnya, dikatakan bahwa tidak mudah untuk merubah kiblat yang selama ini telah digunakan. Ahmad Dahlan mengatakan bahwa tidak perlu untuk merubah arah masjid hanya saja diperlukan untuk bergeser 23 derajat ke arah kanan, Ahmad Dahlan juga mengatakan ini seharusnya mudah, karena dahulu kala Rasulullah di minta Allah untuk memutar kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram yaitu sebesar 180 derajat.
Miris ya, bahwa senior senior tidak open minded, mereka tidak dapat menerima usulan dari “anak kemarin sore” yang mereka anggap belum memiliki pengetahuan apapun tentang agama. Hal ini sudah dibuktikan oleh Ahmad Dahlan bahwa secara arah mata angin, terdapat kekeliruan dalam kiblat yang digunakan,kemudian juga dibuktikan melalui peta. Namun mereka, tetap saja tidak mau berubah. Bahkan saat Ahmad Dahlan mengunjungi beberapa mesjid yang ada di daerah Jawa, beberapa mengungkapkan alasan mendirikan mesjid dan arah mesjid bukan berdasarkan kiblat, tapi berdasarkan estetika “enaknya” kalo mesjid kelihatan ke arah sini. Masya Allah..... Allah memberikan kita ilmu pengetahuan , hendaknya segala sesuatu sesuai dengan aturan Allah dan jika telah dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan kenapa masih ragu ??

  1. Tidak Mengharuskan Selamatan Besar besaran untuk pernikahan
Ada warga kampung dekat Ahmad Dahlan tinggal bertanya kepada beliau, bahwa mereka hendak menikahkan anaknya namun tidak memiliki biaya untuk selametan besar besaran, mereka takut pernikahan anaknya tidak sah jika tidak ada selametan. Lalu Ahmad Dahlan berkata bahwa untuk membuat pernikahan menjadi sah itu syaratnya : calon pengantin, wali, saksi dan mas kawin (mahar). Jikalaupun tidak ada selametan secara besar besaran pernikahan tersebut sudah sah jika syarat syarat di atas terpenuhi. Kemudian Ahmad Dahlan berkata, setelah menikah hendaknya berjilbab begitu juga dengan orang tua perempuan itu.
Sering kali masyarakat menyalah artikan sesuatu, menganggap apa yang tidak ada disunah rasul dan tuntunan syariat islam harus dikerjakan sehingga lupa apa yang menjadi kewajibannya. Seperti bahwa segala sesuatu harus pake selametan, mereka jadi menyulitkan diri mereka sendiri. Sebenarnya mudah saja untuk di jalani tapi karena adahal hal yang tidak seharusnya akhirnya jadi repot. Oiya, dari dulu saja sudah ditegaskan untuk berjilbab, karena itu WAJIB bagi muslimah, sebagai jati diri dan kewajiban menutup aurat. Hayoooo hari gini masih belum pake jilbab ? ;-)

  1. Tidak mengharuskan Tahlilan untuk mendoakan keluarga yang meninggal
Kemudian ada juga warga yang bertanya, ayahnya baru saja meninggal, dan dia tidak memiliki uang untuk membuat nasi ketan dan tahlilan dengan mengundang orang banyak. Lalu dia menanyakan apakah dia tetap bisa mendoakan orang tuanya, dan apakah doanya akan diterima. Lalu Ahmad Dahlan mengatakan, tidak perlu orang banyak untuk mendoakan orang tua kita apalagi jika harus menyulitkan menyiapkan ini itu. Berdoalah untuk orang tua kita dengan khusyuk dan tenang. Insya Allah akan diterima doanya. Hal ini juga ditentang oleh Ulama Senior, mereka mengatakan bahwa Ahmad Dahlan menggampangkan agama, melarang tahlilan dan yasinan. Ahmad Dahlan menjawab dalam Al Quran terdapat banyak surat dan tidak pernah di terangkan untuk mengkultuskan 1 surat saja , sedangkan untuk tahlilan Ahmad Dahlan mengatakan, dia tidak melarang tahlilan tapi apakah perlu di lakukan dengan suara keras, padahal saat kita berdoa dengan suara lembut atau keraspun Allah akan mengetahui apa apa yang ada dalam hati kita.
Masalah tahlilan ini yang sering jadi dilema di kehidupan masyarakat saat ini, sering orang menjadikan ini ritual wajib setelah ada salah satu anggota keluarga yang meninggal. Mengadakan tahlilan, menyiapkan makanan yang intinya merepotkan tuan rumah yang sedang dirundung kesedihan. Dan kemudian jika ada 1 keluarga yang tidak mampu mengadakan tahlilan ini akan menjadi “aib” untuk keluarga tersebut karena katanya berarti tidak ada yang ikut mendoakan. Inget gak sih kalo amalan yang ikut setelah mati adalah Anak yang soleh, ilmu dan harta yang bermanfaat. Sekarang kalo orang berbondong bondong ngedoain saat tahlilan tapi anak sendiri atau keluarga inti sendiri sibuk dengan urusan masing masing, gimana tuh? Apa kata dunia? Lagian gak ada juga tuh tuntunan sunah rasul dan syariatnya untuk tahlilan kan ?

  1. Ditentang saat Ahmad Dahlan mendirikan sekolahan dengan menggunakan kursi dan bangku
Ahmad Dahlan mendirikan sekolah dirumahnya, dia meniru sekolah swasta yang ada di Jogjakarta. Sekolahnya para priyayi dan sinyo belanda. Dia menggunakan meja, kursi, papan tulis dan mengajarkan ilmu bukan hanya ilmu agama. Hal ini ditentang habis habisan bahkan seorang kyai dari luar Jogjakarta datang dari jauh dan kemudian mengatakan Ahmad Dahlan kafir karena mendirikan sekolah dengan alat alat seperti yang digunakan para priyayi yang kejawen dan para sinyo belanda. Kemudian dengan santai Ahmad Dahlan bertanya pada kyai tersebut, apakah Kyai tersebut datang ke Jogja dengan berjalan kaki?. Lalu kyai tersebut tertawa terbahak bahak, dia mengatakan hanya orang bodoh yang melakukan perjalanan jauh ke jogja dengan berjalan kaki, karena itu akan menyiksa dirinya. Kemudian Ahmad Dahlan dengan lantang berkata hanya orang bodoh pula yang mengatakan sekolahnya adalah sekolah kafir. Karena kereta yang di tumpangi si kyai pun buatan belanda dan bukan buatan orang islam. Lalu kyai tersebut pergi meninggalkan Ahmad Dahlan.
Kebanyakan orang saat ini lupa bahwa tidak kalah pentingnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan dan ilmu agama adalah dua hal yang saling berkaitan. Pernahkah mendengar “berusahalah untuk duniamu seolah olah kamu akan hidup selamanya, dan berusahalah untuk akhiratmu seolah olah kamu akan mati esok”. Kata kata tersebut sangat jelas, bahwa manusia memiliki dua peran penting yaitu sebagai khalifah Allah di bumi, jadi harus menjalankan perannya sebagai manusia, dan sebagai makhluk yang harus mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal selanjutnya di akhirat. Lalu kenapa juga kita harus menolak menggunakan sesuatu yang memudahkan kita, meskipun itu bukan di buat oleh orang islam? Selama tidak bertentangan dengan akidah , apa salahnya? Gunakan dong prinsip untukku agamaku, untukmu agamamu..

Yah kurang lebih hal – hal di atas deh yang cukup membuat gw interest dengan film ini, gw setuju banget sama semua hal hal yang di bahas di film apalagi contohnya cukup mengena banget. Ini bukan karena gw adalah Islam Muhammadiyah ya... Islam ya islam, Muhammadiyah itu hanyalah sebuah organisasi, pedoman kita tetap pada Al Quran dan Hadits. Tapi emang sih ya Muhammadiyah itu dianggap “aneh” oleh orang islam kebanyakan di indonesia, karena biasanya tidak pake tahlilan jika ada yang meninggal gak pake acara macem macem kayak pengajian 4 bulanan kalo lagi hamil, terus selametan rujakan 7 bulanan, dll deh yang semuanya itu buatan manusia bukan tuntunan dari Allah. Sampe juga perbedaan Idul Fitri di Indonesia, biasanya yang beda itu disebut Muhammadiyah,, hehehe oke next kita bahas kenapa idul fitri itu berbeda hehehehe...

Gw pernah denger kata kata kayak gini “ dalam islam untuk urusan makanan semua itu dihalalkan kecuali apa apa yang dilarang, sedangkan untuk urusan ibadah semua itu haram kecuali apa apa yang diperintahkan atau dicontohkan “ nangkep gak maknanya, bahwasanya segala sesuatu yang kita sebut sebagai ibadah harus di cek and ricek dulu, ada gak tuntunannya dalam agama, kalo ada dimana? Al Quran? Kalo dari Hadits, haditsnya sohih gak? Atau pernah ada gak contohnya dari rasul? Kalo semua jawabannya Cuma kata ustad anu ustad ini, ustad itu hehehehe jangan coba coba deh ya ngelakuinnya.. nanti jatoh nya kita bid’ah (mengada adakan sesuatu / ibadah tanpa adanya tuntunan).
Oiya dalam film ini juga ditegaskan “ Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan akan tiba saatnya akan kembali terasing, maka berbahagialah orang orang yang terasing” kurang lebih begitu deh.. jadi orang yang kebanyakan belum tentu bener kan ? ;-)

Baiklah cukup panjang lebar juga bahasan gw kali ini, sekali lagi apa apa yang ada di atas adalah pengetahuan gw yang masih perlu banyak belajar tentang agama islam, jika semua benar datangnya dari Allah dan jika itu salah datangnya dari gw. Tanpa ada maksud untuk menyinggung siapapun, wallahualam bishawab.