Senin, 07 Mei 2012

KANGEN

yang paling terasa dari 1 minggu pertama di Cilacap adalah gw kangen banget sama athaya...
kangen kamu banget sayang



di mulai dari NOL!




Hello blog.. how are you long time no see hehehe...
Mari kita mulai lagi untuk menulis dan bercerita menuangkan ide – ide, sekedar “menyampah”, curhat, tips, atau apapunlah yang biasanya gw tulis di blog ini. Semoga semangat nya kembali menyeruak ke permukaan .. ( hopefully)..

Oke seperti judulnya untuk tulisan gw kali ini “ DI MULAI DARI NOL “ , ini bukan tentang tag salah satu perusahaan BUMN tempat denmas kerja , tapi ini adalah tentang kehidupan gw dan denmas,,, lebih tepatnya lagi sih untuk kehidupan gw.

Yap, resmi mulai Sabtu 28 April 2012 kemaren gw stay di Cilacap bareng denmas, dan menurut bokap itu tandanya gw udah HARUS ( catet ya HARUS ) sudah siap untuk memulai segalanya dari NOL.
Siapa sih yang gak yakin kalo semua yang terjadi di muka bumi belahan manapun dan yang terjadi pada makhluk siapapun dia adalah atas kehendak Alloh SWT, semua telah di atur sedemikian rupa olehNya, dan tidak ada suatu apapun yang di atur olehNya yang tidak bermanfaat untuk umat.
Seperti yang saat ini gw alami, Alloh memberikan gw kesempatan untuk memperbaiki diri atas segala kesalahan kesalahan yang lalu, Alloh juga memberikan gw kesempatan untuk belajar banyak tentang hidup yang gw YAKIN pasti akan berguna di kehidupan gw yg akan datang. 25 tahun gw hidup di dunia, mungkin belum banyak yang gw tahu tentang sulitnya hidup tentang kerasnya kehidupan dan inilah saat Alloh memberikan pengalaman untuk gw.

  1. JOBLESS
Yap, pelajaran pertama adalah JOBLESS. Dulu waktu gw pernah bilang sama orang – orang bahwa nanti gw akan berhenti kerja dan akan jadi FTM untuk suami dan anak anak gw kelak, banyak orang bertanya “ Yakin kuat dirumah aja dan gak ngapa2in? “ – “emang betah gitu dirumah aja?” – “trus kamu ngapain nanti kalo gak kerja”.
Dan dengan mudahnya waktu itu gw jawab, “ Ya kan banyak kegiatan yang bisa dilakukan”
Kenyataannya tidak semudah dan selancar jawaban gw waktu itu. Sampai saat ini belum kepikiran mau apa gw sekarang saat sudah gak kerja lagi di KANTORAN. Maklum keputusan untuk resign memang diluar perkiraan dan diluar schedule yang sudah gw dan denmas planning. Yap sekali lagi – Something Happen With A Reason –
Sekarang disaat gw masih ngeraba raba ngapain nih gw sekarang, gw mulai browsing dan cari kesibukan dengan apply ke beberapa perusahaan yang buka lowongan dengan latar belakang yang sesuai dengan gw.
Dan inilah pertama kalinya seorang Tara Maharastri Dytia menjadi Job Seeker.
Dulu waktu kerja di kantor yang lama, sama sekali gak pernah ngelamar, bikin surat lamaran ato apalah... nah sekarang saatnya gw belajar untuk bikin surat lamaran, bikin CV, fotokopi ijazah, scanning ijazah, cetak foto dan segala macem embel embel kalo orang mau ngelamar kerja.
Yang agak merepotkan untuk kota seperti CILAPOP ini, lamaran masih manual alias dikirim ke perusahaan yang bersangkutan dan harus CAP POS. Hadeehhhhhh
Cuman beberapa yang menerapkan sistem via internet dan itupun lewat email, dan gw sebenarnya rada sangsi bahwa itu email akan di baca. Jadi gw prefer untuk kirim lewat POS à kembali ke jaman batu sodara sodara....
Beberapa hari terakhir gw sibuk, fotokopi, ketak ketik lamaran, trus nge pos ke beberapa perusahaan tersebut, apa yang denmas lakukan selain supportnya yang luar biasa ??
Dia senyum – senyum sambil bilang “ Ciee, sekarang jadi Job Seeker,  meskipun waktunya terlambat .. begitu kata dia....

  1. ANAK KOST
Yap lagi lagi merasakan sesuatu yang katanya denmas waktunya terlambat adalah menjadi anak kost.
25 tahun gak pernah misah sama yang namanya Papa Mama adek gw dan terlebih setahun belakangan ini ada Athaya.
Apa yang paling menghebohkan untuk gw sebagai anak kost?
Bosen sama ruangan yang segede gini, yang semua dilakuin dalam 1 ruangan.. oke lah emang rumah bonyok or rumah gw sama denmas juga gak segede istana, tapi setidaknya gw bisa wara wiri untuk ngelakuin berbagai aktivitas di dalem rumah.
Yang paling kerasa lagi adalah SEPI. Kalo dirumah mesti rame, minimal heboh sama tangisannya athaya, adu argumen sama papa, or nyolot2an sama si ade, ato Cuma sekedar ngeledek si mama ...
Oke sekarang di kost ini Cuma ada gw sama denmas, dengan catatan di hari kerja denmas gak akan bisa ditemui dari jam 7 – 17.
Dan hebohnya lagi, gw GAK BISA MASAK disini, dan susahnya cari makanan yang sesuai sama lidah gw yg rempong ini suseeeehh bgt..
Tapi denmas selalu bilang “Sabar Mi, at least bulan Agustus or September kita akan pindah ke tempat yang layak disebut rumah – RUMAH DINAS denmas maksudnya..

yap kurang lebih begitulah yang gw rasa selama seminggu tinggal disini, sisanya menurut gw cemen lah dan gak perlu juga di ceritain disini hehehheee....



Selasa, 20 Desember 2011

Jadi ini Namanya Kilang?


Kemarin rombonganku berkunjung ke salah satu kilang minyak perusahaan ini. Tepatnya di RU (Refinery Unit) VI Balongan. Dari Cirebon kira-kira 1 jam perjalanan tanpa macet dengan bus. Kilang ini dikelilingi oleh areal persawahan yang cukup luas yang menjadi pembatas nya dengan pemukiman warga sekitar. Sepanjang pengamatanku juga tak terlihat banyak perumahan di sekitar kilang.

Berdasarkan informasi dari instruktur lapangan, Kilang ini sering disebut dengan kilang selebriti. Karena kilang ini adalah jantung supply minyak ke ibu kota Jakarta. Oleh karenanya mendapat pantauan sangat ketat dari pusat dan tidak diperbolehkan ada kesalahan atau tersendat-nya produksi di kilang ini. Jika sampai terjadi, pasokan bahan bakar ke jakarta akan mengalami masalah. Padahal awal perancangan kilang ini adalah untuk Export Oriented, tapi sesuai perjalanan waktu, karena kebutuhan premium di ibu kota ternyata dari tahun ke tahun semakin besar, akhirnya hasil produksinya dialihkan untuk supply domestik, khususnya DKI Jakarta.


Heran juga sebenarnya, padahal sudah ada imbauan dan pembatasan subsidi terhadap pemakaian premium untuk orang mampu, tapi sepertinya orang Indonesia ini memang susah untuk diajak kerjasama dan kurang tahu malu sehingga orang yang mampu pun masih menggunakan premium. Gak sombong juga bahwa aku sudah menggunakan pertamax pada motorku. Selain karena motorku gak bagus kalo menggunakan premiun, tapi itung-itung sadar diri untuk tidak mengambil jatah rakyat yang kurang mampu.

Setelah mendapatkan pengetahuan sekilas mengenai kilang ini, kami diajak untuk berkeliling kilang naik bus < gak ngebayangin deh kalo keliling pake jalan kaki...pasti gempor kakinya >. Yang menarik ternyata untuk para karyawan kilang sudah disediakan sepeda warna kuning untuk operasional di lapangan. Good habbit... bike to work....

Melihat dari dalam bus, terlihat beragam bagian dari kilang itu sendiri, kami bandingkan dengan apa yang sudah diterima saat di AKAMIGAS STEM kemarin. Bagi teman-teman yang sudah pernah bekerja di kilang pasti sudah familier dengan benda-benda rumit nan ajaib itu. Mungkin karena aku belum terbiasa, jadi aku merasa takjub dengan konstruksi bangunan-bangunan dan komponen raksasa yang sungguh megah dan canggih tersebut.

Ada berbagai macam komponen seperti, CDU, RCC, Water Treatment, Boiler, Furnace, Pre Heater, Flare Tower, Reformer/Platformer, Centrifugal Pump, Hydrogen Plant, tanki timbun, Spherical tank untuk LNG dll. Juga pipa-pipa yang bervariasi ukuran dan panjangnya yang luar biasa serta keruwetan konstruksinya.


Untuk Balongan  ini sendiri adalah kilang dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia karena konfigurasi antar bagian yang saling support dan terkait. Dengan kata lain untuk mengejar efisiensi dari energi, hasil sampingan semisal panas dan tekanan yang dihasilkan oleh satu komponen akan dimanfaatkan oleh komponen yang lain sehingga membentuk semacam siklus. Sehingga tidak akan ada energi yang terbuang percuma. Akan tetapi jika terjadi gangguan pada satu komponen akan berpengaruh pada performa proses secara keseluruhan, sehingga kelancaran proses produksi menjadi hal yang sangat krusial.

Setelah berputar kami diajak ke ruang control utama, untuk melihat proses pengaturan secara terintegrasi dengan apa yang disebut DCS ( Distributed Control System ). Sebenarnya di perusahaan dengan skala besar sistem ini sudah familier untuk digunakan, cuman karena basic ilmu ku bukan instrumentasi ataupun elektronika jadi aku hanya bisa mengangguk-angguk saja saat menerima penjelasan.

Anyway, cukup menyenangkan dan menarik untuk mengetahui sekilas tentang overview kilang secara langsung di lapangan walaupun tidak bisa optimal karena keterbatasan waktu. Tapi akan banyak waktu untukku belajar nanti, karena aku akan segera menjadi bagian dari perusahaan ini, meskipun aku akan berada di kilang yang berbeda walaupun tak terlampau jauh beda juga. Semangat!!!

Be prepared well and do the best... 
CILACAP, here I come.....

Pi

*) Knowing your land, preparing the weapon,keep the sprit and start to the battlefield... MOVE ON !!