Sabtu, 25 Desember 2010

Koki Cintaku.....


Kamu belum pernah masak...
kamu gak ngerti caranya bikin masakan....
kamu sukanya monton dengan makanan yang itu-itu aja,

tapi itu dulu...
entah itu bakat atau apa...
tapi kini kamu jdi hobi masak....
jadi sering coba resep2 baru.
beberapa request dariku...
dan sebagain besar rasanya enak..mantap...
sebagian ya wajar sih perlu diimprove ... hehehe.

tapi akunya juga jangan jadi dilupakan dong beib,
masa kamu mau di dapur terus...
aku kan bukan cari koki....
aku mencari pasangan hidup....
pintar memasak itu bonus...
pintar beres2 rumah itu tambahan....
kalo kamu kecapekan dan sakit kan rugi semua...
aku gak mau itu

sayangku cintaku....
jadilah koki cintaku yang aku sayangi...
dengan semua masakan yang kamu buat itu..
membuat aku tambah sayang kamu...
tapi tetap jang lupa diri dan keasyikan ya sayang....

love you....
your lovely customer.....pi

Garuda di Dadaku.....


Garuda di dadaku....
Garuda kebangganku....
Kuyakin hari ini pasti menang....

akhir akhir ini, rasanya ini lagu berbahasa indonesia yang sering didengungkan di TV ya,
hampir setiap jam selalu didengungkan.
kenapa begitu?

tak lepas dari prestasi timnas kita yang sangat menonjol di laga AFF cup akhir tahun ini,
keberhasilan membantai Laos, Malaysia, Thailand , Filipina, dan pada hari minggu ini dan Rabu nanti bertemu kembali dengan Malaysia untuk memperebutkan titel juara Asia tenggara tahun 2010.

semua orang berharap timnas kita yang prestasinya selama ini ancur2an, ternyata di akhir tahun ini bisa memberikan suguhan prestasi yang menghibur masyarakat indonesia. termasuk aku tentunya. walaupun sebenarnya aku gak terlalu hobi maen bola, tapi aku lebih senang untuk menontonnya saja.

lagu di ats pun pertama kali aku dengar liriknya waktu aku masih kuliah di teknik Mesin UGM, waktu jadi suporter untuk kontes Robot Indonesia. bareng dengan temen2 ku yang notabene para gibol, lirik di atas sedikit dirubah, tapi tetep menggunakan alunaan melodi yang sama (basicnya sih ini lagu "Apuse" dari Papua yang di modifikasi).

Apalagi sekarang setelah di aransemen ulang oleh Netral dengan sentuhan rock. menjadi lebih bersemangat. apalgi kalo dinyanyikan secara koor dengan ribuan orang di stadiun GBK yang berkapasitas 80 rb orang itu, pasti merinding dan bikin dada bergetar.

memang beda rasanya kalo menonton di TV dengan menonton langsung, walaupun sebanrnya lebih jelas kalo nonton di TV tapi, gak ngalahin feel nya kalo nonton langsung, cuma males aja dengan antrean yang dari TV aja sudah kelihatan menyedihkan sampai gontok2an gitu. parah deh.

Harusnya prestasi timnas kita ini diiringi dengan sikap suproter yang main dewasa, kalo masih sering adu jotos antar saudara sendiri, sama aja dengan kita jadi sasaran tembak negara lain, terutama yang gak suka dengan negara ini, sikapi dengan baik dan tetap berprestasi itu akan lebih terhormat, biarkan anjing menggonggong dan kafilah pun tetap berlalu..yoi man : ).

Terlepas dari berbagai polemik yang mengiringi prestasi timnas kita ini macam, masalah naturalisasi beberapa pemain timnas, masalah gambar garuda di kaos, masalah PSSI yang gak kunjung kelar, suporter yang anarkhis dsb, tetaplah kita patut berbangga, dan jadilah suporter yang baik yang selalu mensupport wakilnya di pentas dunia. kalo bukan kita ya siapa lagi.

btw pemnain favoritku di timnas indonesia adalah Okto ( number 10) dari Papua, mantap betul permainanya. orangnya kecil tapi gesit. tapi yang lain juga mantap kok, salut...!!!

Rumah ini Rumah Kita.....

tak terasa sudah sekitar 7 bulan sudah rumah ini jadi kontrakan kita.
walaupun belum sepenuhnya ditinggali, karena masih banyak yang perlu diisi.
tetapi pelan dan pasti mulai terasa penuh dengan berbagai perabot rumah tangga.
dari awalnya yang hanya karpet dan kipas angin, sekarang sudah ada sofa, kasur, lemari pakaian, perlatan dapur dan lain sebagainya.

Rumah ini rumah kita sayang....
Rumah ini sebagai modal kita nanti dalam membina keluarga, walau statusnya masih kontrakan, tapi tak apalah, karena cukup bagi keluarga kita nantinya untuk sementara waktu,
yang penting nyaman dan aman untuk ditinggali.

Dulu juga tidak menyangka bisa dapat rumah yang cukup besar ini dengan harga sewa 5,5 juta setahun, setelah nego dari harga awal 6 juta. bahkan setelah bercakap dengan tetangga dan pemilik rumah sebelumnya ( Pak Pudji ) yang sekarang tinggal di depan rumah kita ini, harganya dulu lebih dari yang sekarang, dan tidak boleh untuk dibeli.

sebenarnya ada harapan untuk menjdikan ini rumah sendiri dengan membelinya,
berdoa saja semoga yang punya rumah berubah pikiran hehehe ( perlu di jampi-jampi kayaknya).

anyway, sejauh ini memang belum terlalu bermasalah dengan kondisi rumah, walau kemren sempat bocor, dan butuh sedikit reparasi, tapi masih bisa ditangani dengan baik.

Rumah ini rumah kita sayang...
mari jadikan rumah yang nyaman dan tentram untuk kita tinggali, terlebih kalo nanti si kecil, sudah nongol, hehehe, aku rasa lingkungan di sini cukup baik...semoga